Selasa, 19 Januari 2021 / 6 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

DPR Sepakat Bentuk TGPF Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019

Istimewa
Tim AMP-TKP saat diterima Pimpinan DPR RI di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/05/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pertemuan silaturahim antara tim Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP) dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Senayan, Jakarta, Selasa (14/05/2019), melahirkan sejumlah kesepakatan.
Di antaranya, perlunya segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kematian dan kesakitan ribuan petugas Pemilu 2019.

Sejak berlangsung Pemilu pada 17 April hingga Selasa 14 April 2019, tercatat sebanyak 604 orang petugas Pemilu telah meninggal dunia. Mereka meninggal dunia secara beruntun dari hari ke hari.

Jumlah terbanyak terjadi di Jawa Barat 131 orang, diikuti Kalimantan Selatan sebanyak 66 orang, Jawa Timur 60 orang, Jawa Tengah 44 orang, dan lain-lain.

Pembentukan TGPF Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 tersebut dimaksud bukan untuk mencari kesalahan siapa pun, tetapi untuk mencari penyebab kematian mereka yang tak terbantahkan berdasarkan bukti-bukti jelas dan valid.

Hal ini sekaligus dimaksud untuk menepis berbagai rumor yang berkembang di masyarakat mengenai penyebab kematian mereka.

Baca: AMP-TKP Dorong DPR dan Pemerintah Bentuk TGPF Tragedi Pemilu

Salah seorang tokoh AMP-TKP Prof Din Syamsuddin mengakui, TGPF yang diusulkan agar segera dibentuk tersebut dimaksud agar masyarakat akan mendapatkan informasi yang jelas terkait kematian ratusan petugas Pemilu 2019.

“Jika tidak clear soal kematian mereka, itu akan menjadi dosa warisan dan beban sejarah bagi bangsa kita,” kata Din yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadyah dan Ketua Pengarah AMP-TKP.

“Jika itu tidak jelas, sampai kapun pun peristiwa kematian itu akan dikenang dalam sejarah sebagai tragedi demokrasi pertama di dunia,” tambahnya kepada hidayatullah.com lewat siaran persnya, Rabu (15/05/2019) dinihari.

Baca: Din & Para Tokoh Desak Bentuk TPF Tragedi Kematian Petugas Pemilu

Din berpendapat, meninggalnya ratusan petugas Pemilu 2019 yang terdiri dari petugas KPPS, pengawas Pemilu dan pihak keamanan, adalah kejadian luar biasa. Menurutnya, fenomena tersebut tidak bisa dianggap remeh. Bahkan dunia internasional mulai menyorot kasus kematian yang tidak biasanya tersebut.

Itu sebabnya, pihaknya mendesak agar DPR mendorong Pemerintah segera membentuk TGPF yang independen bersama masyarakat sipil.

Menurut Din, tim ini mesti dibentuk oleh negara dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari kalangan medis maupun tokoh masyarakat, sehingga hasilnya dipercaya dan tidak digugat.

Salah tugas TGPF Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 adalah menyingkap penyebab kematian para petugas Pemilu, di antaranya dengan melakukan autopsi.
“Tidak ada cara lain. Itu perlu dilakukan supaya jernih sehingga tidak lagi menyesatkan atau muncul dugaan-dugaan. Negara harus segera hadir. Khawatir kalau negara tidak hadir, ini akan menjadi hiruk-pikuk,” katanya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Habib Rizieq: Karena Bukan Bencong Kita Tak Masuk TV

Habib Rizieq: Karena Bukan Bencong Kita Tak Masuk TV

Jangan Terjebak Provokasi Politik Indonesia

Jangan Terjebak Provokasi Politik Indonesia

Teguh: Orang Berjenggot dan Rajin Ngaji Didor, Klewang Dipelihara

Teguh: Orang Berjenggot dan Rajin Ngaji Didor, Klewang Dipelihara

Muslimat NU Dukung Penghentian Pengiriman TKI

Muslimat NU Dukung Penghentian Pengiriman TKI

Autopsi Jenazah Siyono Berjalan Lancar, Muhammadiyah Beberkan 2 Temuan Awal

Autopsi Jenazah Siyono Berjalan Lancar, Muhammadiyah Beberkan 2 Temuan Awal

Baca Juga

Berita Lainnya