Bawaslu: 2.548 Pengawas Pemilu Meninggal, Dianiaya, Sakit, Kecelakaan

“Bisa saja ada orang yang enggak senang dengan pengawas pemilu, atau pada saat pengawas minta sesuatu tapi orang tersebut enggak mau."

Bawaslu: 2.548 Pengawas Pemilu Meninggal, Dianiaya, Sakit, Kecelakaan
skr/hidayatullah.com
Bendera kuning dikibarkan di depan gedung Bawaslu di Jakarta, Kamis ()9/05/2019), oleh massa sebagai bentuk duka cita atas kasus kematian demi kematian ratusan petugas pada Pemilu 2019.

Terkait

Hidayatullah.com– Sebanyak 2.548 orang jajaran pengawas pemilu meninggal dunia, mengalami sakit, dianiaya (mengalami tindakan kekerasan), dan kecelakaan selama Pemilu 2019, data terbaru dirilis Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Data tersebut diambil Bawaslu dari 34 provinsi se-Indonesia per Senin, tanggal 13 Mei 2019 sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam rinciannya, pengawas pemilu yang meninggal dunia mencapai sebanyak 92 orang. Jumlah tertinggi dengan sebanyak 21 korban meninggal berada di Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data dirilis Bawaslu tersebut, sebanyak 273 orang yang mengalami kecelakaan dengan Jawa Tengah sebagai provinsi tertinggi, 57 orang.

Sedangkan yang mengalami luka berat dan keguguran mencapai 24 orang. Kemudian, sebanyak 435 pengawas yang sakit dan harus dirawat inap, dan 1.704 pengawas lainnya juga sakit dan harus dirawat jalan.

Baca: Pengungkapan Kematian Petugas Pemilu untuk Kepentingan Bangsa

Adapun pengawas lapangan yang mengalami kekerasan tercatat 20 orang. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penganiayaan terbesar yakni empat orang.

Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar menjelaskan, penganiayaan atau kekerasan bisa terjadi karena berbagai motif.

“Bisa saja ada orang yang enggak senang dengan pengawas pemilu, atau pada saat pengawas minta sesuatu tapi orang tersebut enggak mau,” ujar Fritz di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (13/05/2019).

“Mungkin dia melakukan proses pemukulan. Bisa terjadi,” tambahnya kutip INI-Net.

Baca: Luhut Ketua KPPS Tewas Membusuk Setelah 5 Hari Menghilang

Sebelumnya, Kamis (02/04/2019) lalu, Ketua Bawaslu, Abhan, menyebut anggota Panwaslu yang meninggal sebagai pahlawan dan pejuang demokrasi.

Mereka katanya melakukan pengawasan Pemilu 2019 dengan sebaik-baiknya.

Bawaslu memberikan santunan dan piagam penghargaan kepada petugas yang wafat, besarannya sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan Kementerian Keuangan.

Untuk korban meninggal dunia diberi Rp 36 juta ditambah santunan dari internal Bawaslu.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !