Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Said Didu Mundur dari ASN, Ingin Berpikir & Berkiprah Obyektif

Bisnis
Said Didu
Bagikan:

Hidayatullah.com– Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Muhammad Said Didu, yang dikenal kritis terhadap pemerintahan saat ini, memutuskan mundur sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Surat pengunduran diri diajukan per hari ini, Senin (13/05/2019) dan ditandatanganinya di Jakarta.

Lewat surat pengajuan pengunduran diri itu, Said mengungkap bahwa ia telah mempertimbangkan matang pengundurannya. Said Didu menjelaskan bahwa ia mundur agar dapat bebas berpikir dan bertindak secara objektif.

”Walaupun masih memiliki sisa waktu 8 tahun lagi sebelum pensiun pada 2027, untuk mendapatkan kemerdekaan berpikir dan berkiprah secara objektif, maka setelah mengabdi selama 32 tahun, 11 bulan, 24 hari sebagai pegawai negeri (Aparatur Sipil Negara -ASN), hari ini tanggal 13 Mei 2019 saya mengajukan berhenti sebagai pegawai negeri di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tempat saya bekerja sejak 1986,” ujar Said Didu dalam surat yang diterima hidayatullah.com, Senin (13/05/2019).

Baca: Akun Twitter Said Didu yang Diretas Unggah Fitnah ke UAS

Said Didu menjelaskan empat alasannya mundur.

“Pertama, ingin menuangkan pemikiran secara obyektif untuk melakukan perubahan dan perbaikan bangsa dan negara,” ujarnya.

Kedua, sebutnya, agar tidak melanggar aturan dalam melaksanakan aktivitas pengabdian dan pemikiran secara bebas.

Ketiga, memperluas tempat pengabdian dalam berbagai bidang, termasuk menjadi mitra bagi pemerintah, lembaga, dan masyarakat.

“Keempat, sebagai pertanggungjawaban moral bagi keluarga, pemerintah, masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Baca: Akunnya Diretas, Said Didu duga Ada Pihak yang Ketakutan

Sebelumnya, Said Didu sudah memberitahukan kepada media mengenai rencana pengunduran dirinya di Kantor BPP Teknologi, Jalan MH Thamrin No 8 Jakarta Pusat.

Said Didu saat ini merupakan anggota Dewan Pakar BPN capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Said Didu dikenal kerap melontarkan kritikannya terhadap pemerintahan Joko Widodo, terutama melalui akun Twitternya. Akunnya tersebut pun, @saididu, belum lama ini diretas pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan akun itu untuk memfitnah ulama kondang Ustadz Abdul Somad.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wagub Pengganti Sandi Diharapkan Kuat Memihak Warga DKI

Wagub Pengganti Sandi Diharapkan Kuat Memihak Warga DKI

‎Pemkot Depok: Muharram Education Fair Wahana Pembelajaran

‎Pemkot Depok: Muharram Education Fair Wahana Pembelajaran

72 Tahun RI, Meneguhkan Komitmen Bersama Membangun Bangsa

72 Tahun RI, Meneguhkan Komitmen Bersama Membangun Bangsa

Wantim MUI Minta Pemerintah China Undang Ormas Islam ke Xinjiang

Wantim MUI Minta Pemerintah China Undang Ormas Islam ke Xinjiang

Sistem Politik Indonesia Seperti Lomba Panjang Pinang

Sistem Politik Indonesia Seperti Lomba Panjang Pinang

Baca Juga

Berita Lainnya