Pengungkapan Kematian Petugas Pemilu untuk Kepentingan Bangsa

“Jangan sampai Pemilu 2024, orang pada enggan menjadi KPPS atau petugas pemilu karena takut. Kalau ini terjadi, bisa kacau masa depan demokrasi kita."

Pengungkapan Kematian Petugas Pemilu untuk Kepentingan Bangsa
Proses pemakaman seorang petugas KPPS di TPS 1 Desa Brdeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kab Kuansing, Riau, yang meninggal akibat kecelakaan, sepulang dari pleno PPK.

Terkait

Hidayatullah.com– Gelombang desakan pengusutan kasus kematian demi kematian 500 lebih petugas selama Pemilu 2019 melalui pembentukan tim pencari fakta, terus menguat.

Pengusutan hilangnya begitu banyak nyawa manusia tersebut dinilai penting. Sebab, hal ini menyangkut kemanusiaan dan demi kepentingan bangsa Indonesia. Pengusutan ini pun diminta tidak dilihat dari sudut pandang politis.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komite I DPD RI Fahira Idris yang membidangi persoalan Politik, Hukum, dan HAM.

Kata dia, jika peristiwa meninggalnya lebih dari 500 petugas pemilu diendapkan saja, tanpa diungkap sebabnya secara ilmiah dari berbagai sisi misalnya dari sisi kesehatan, dari sisi manajemen pemilu atau sisi lainnya, justru akan melahirkan banyak dampak buruk bagi bangsa ini.

Selain akan terus menjadi isu liar, penyelenggaraan pemilu ke depan dipastikan akan terus dibayangi peristiwa memilukan ini.

Baca: 440 Petugas KPPS Meninggal, Ahli Forensik: Ini Tragedi Dunia, Jangan Diam

“Jangan sampai Pemilu 2024, orang pada enggan menjadi KPPS atau petugas pemilu karena takut. Kalau ini terjadi, bisa kacau masa depan demokrasi kita. Jangan juga niat untuk mengungkap musibah ini dipandang secara politis apalagi dianggap sebagai upaya mendelegitimasi hasil pemilu.

Pengungkapan meninggalnya petugas pemilu adalah untuk kepentingan bangsa ini yang lebih besar lagi yaitu menyelamatkan demokrasi kita lewat gelaran pemilu yang lebih baik dan bermartabat,” ujar Senator Jakarta ini di Jakarta kepada hidayatullah.com dalam pernyataannya, Sabtu (11/05/2019).

Ia mengatakan, peristiwa kematian demi kematian tersebut adalah musibah besar bagi bangsa ini, sehingga, jangan diseret ke ranah politik.

Fahira mengajak berbagai elemen bangsa membicarakan peristiwa ini dalam bingkai kemanusiaan dan sebagai itikad baik agar peristiwa serupa tidak terulang lagi pada pemilu-pemilu selanjutnya.

“Bagaimana kita mau menjamin Pemilu 2024 musibah seperti tidak terjadi, kalau kita tidak membongkar apa sebenarnya yang menyebabkan 500 orang lebih petugas pemilu meninggal. Saya minta Pemerintah lebih responsif,” tukasnya.

Baca: PKS: Pansus Penyelenggaraan Pemilu untuk Selidiki Kematian Petugas

Menurutnya, negara tidak mempunyai pilihan lain selain membentuk Tim Pencari Fakta untuk mengungkapkan penyebab banyaknya petugas pemilu yang meninggal.

Selain agar isu ini tidak menjadi ‘bola liar’, pengusutan tuntas sebab meninggalnya petugas pemilu harus dilandasi rasa kemanusian dan hasilnya harus menjadi referensi para pembuat kebijakan, agar menjadikan analisis beban kerja petugas pemilu sebagai referensi utama dalam menyusun aturan dan manajemen pemilu ke depan.

Diketahui sebelumnya, berbagai komunitas dokter mendesak agar dilakukan autopsi jasad para petugas pemilu. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga bakal menyelidiki fakta-fakta penyebab ratusan petugas pemilu yang meninggal. Pengungkapan banyaknya petugas pemilu yang meninggal menjadi sangat penting agar bangsa ini ke depan mampu menggelar pemilu yang lebih bermartabat.*

Rep: SKR

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !