Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Korban Bencana Bengkulu Terus Bertambah: 29 Meninggal, 13 Hilang

bnpb
Salah satu dampak banjir di Bengkulu, April 2019.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Korban banjir dan longsor yang menimpa 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu terus bertambah. Data korban bencana per Senin (29/04/2019) pukul 08.30 WIB, tercatat 29 orang meninggal dunia, 13 orang hilang, 2 orang luka berat, dan 2 orang luka ringan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban terbanyak terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu 22 orang meninggal. Korban meninggal akibat tanah longsor yang terjadi di kaki Gunung Bungkuk Kabupaten Bengkulu Tengah.

Sementara korban meninggal lainnya terdapat di Kabupaten Kepahiang sebanyak 3 orang, Kabupaten Lebong 1 orang, dan Kota Bengkulu 3 orang.

Dari 29 orang meninggal dunia, 28 jenazah sudah berhasil diidentifikasi, sedangkan 1 jenazah masih dalam proses identifikasi.

“Sebanyak 13 orang yang hingga saat ini belum ditemukan yaitu satu di Kabupaten Kaur, dua di Kota Bengkulu, dan 10 di Kabupaten Bengkulu Tengah,” ujarnya dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com, Senin (29/04/2019) sore.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban. Ribuan personil gabungan dari BPBD, TNI, Polri, SKPD, Basarnas, Tagana, PMI, NGO, ormas, relawan, dan masyarakat membantu dalam penanganan darurat.

Di Bengkulu Tengah, terdapat dua kecamatan masih terisolasi, yaitu Kecamatan Merigi Sakti dan Kecamatan Pagar Jati karena akses jalan tertutup material longsor.

Sementara itu, dampak bencana lain adalah 12.000 jiwa mengungsi dan 13.000 jiwa terdampak. Ternak mati terdapat sapi 106 ekor, kambing/domba 101 ekor, dan kerbau 4 ekor.

Kerusakan fisik meliputi 184 rumah rusak, 7 unit fasilitas pendidikan, 40 titik insfrastruktur rusak/terendam (jalan, jembatan, oprit, gorong-gorong), yang tersebar di 10 kabupaten/kota, dan 9 lokasi sarana prasarana perikanan dan kelautan yang tersebar di 5 kab/Kota.

“Banjir sudah surut di sebagian wilayah. Menyisakan lumpur dan sampah yang cukup banyak. Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsian, perahu karet, selimut, makanan siap saji, air bersih, family kid, peralatan bayi, lampu emergency, jembatan bailey, dan pembangunan jalan darurat,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Komnas HAM Panggil Kabareskrim Minta Keterangan soal Otopsi 6 Jenazah Anggota FPI

Komnas HAM Panggil Kabareskrim Minta Keterangan soal Otopsi 6 Jenazah Anggota FPI

PBNU: Berdayakan Lahan Tidur untuk Pertanian

PBNU: Berdayakan Lahan Tidur untuk Pertanian

Massa Geruduk Rumah Mahfud MD di Madura Diduga karena Ucapannya soal HRS

Massa Geruduk Rumah Mahfud MD di Madura Diduga karena Ucapannya soal HRS

DPR Minta Jokowi Gerak Cepat Tangani Bencana Kabut Asap

DPR Minta Jokowi Gerak Cepat Tangani Bencana Kabut Asap

“Menorah Memang Menara Yahudi”

“Menorah Memang Menara Yahudi”

Baca Juga

Berita Lainnya