Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

KPU: 296 Petugas KPPS Meninggal, Sandi: bak Ladang Pembunuhan

Zulkarnain/hidayatullah.com
Sandiaga Uno (kanan).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Jumlah petugas penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang meninggal dunia terus bertambah. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Rahman Hakim, mengatakan jumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia semakin bertambah.

Hingga Senin (29/04/2019) pagi, sudah sebanyak 296 orang petugas KPPS yang meninggal dunia. Sedangkan yang sakit sebanyak 2.151 orang.

Menyoroti semakin bertambahnya korban pemilu yang berjatuhan, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, meminta KPU tidak kejar tayang.

Baca: Bawaslu: Petugas KPPS Meninggal Tak Terpikirkan Jauh Sebelumnya

Sandi memperhatikan keselamatan para petugas yang membantu berjalannya proses Pemilu 2019.

“Saya meyakini bahwa jangan kejar tayang karena kalau misalnya dikejar tayang akhirnya korban terus berjatuhan ini sangat sangat bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia,” ujar Sandi di Masjid At-Taqwa, Jakarta Selatan, Ahad (28/04/2019).

“Kalau orang disuruh kerja dari jam 8 sampai jam 12 malam, jam 9 sampai jam 12 malam, kelelahan kan hanya untuk mementingkan tenggat waktu atau deadline ini sangat tidak manusiawi menurut saya,” imbuhnya.

Menurut Sandi, peristiwa meninggalnya ratusan petugas KPPS ini adalah sebuah bencana yang harus mendapat perhatian khusus dari seluruh elemen bangsa.

Baca: 230 Petugas KPPS Meninggal, Sandi: Tak Hanya Jurdil, Pemilu Harus Selamat

Jika peristiwa tersebut terus berlanjut, ia menilai hal itu seperti ladang pembunuhan.

“Kalau diteruskan seperti ini korban terus berjatuhan, ini seperti killing field dan jangankan 300 lebih yang saya baca di Jawa Pos kemarin, yang dilaporkan 326 kalau tidak salah, tapi ini akan terus berlangsung. Proses ini paling tidak 5-6 hari karena rata-rata baru di angka 50 persen. Secara fundamental ada yang salah. Bukan hanya jujur adil bermartabat, tapi juga sehat,” katanya dirilis BPN Prabowo-Sandi.

Baca: Fahri: Bukan Perang, Hanya Pencoblosan Korban Berjatuhan, Ada Apa?

Lantas apakah Sandi sepakat bahwa perhitungan suara ini harus dihentikan sementara mengingat banyaknya jatuh korban?

“Saya harus koordinasi dengan para tentunya Ikatan Dokter Indonesia sudah menyampaikan kekhawatirannya. Ini proses yang saya harus ada betul-betul penelahaan secara medis. Kenapa terjadinya korban yang yang terus-menerus berjatuhan seperti ini,” tandasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

HTI Serukan Jihad dan Khilafah

HTI Serukan Jihad dan Khilafah

PKS Pertanyakan Tindak Lanjut Pengusutan Penyerangan Nakes di Papua

PKS Pertanyakan Tindak Lanjut Pengusutan Penyerangan Nakes di Papua

Blokir Game “Fight of Gods”, MUI Apresiasi Kemkominfo

Blokir Game “Fight of Gods”, MUI Apresiasi Kemkominfo

Aset Negara Bisa Dikuasai Pemerintah China

Aset Negara Bisa Dikuasai Pemerintah China

Tunanetra 39 Tahun Hafal Qur’an dalam 8 Bulan

Tunanetra 39 Tahun Hafal Qur’an dalam 8 Bulan

Baca Juga

Berita Lainnya