Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Ketua DPR: Pelaksanaan Pemilu 2019 Harus Dievaluasi & Diubah

kesejahteraan guru Parlementaria
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang tergabung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) secara serentak harus segera dievaluasi dan diubah.

Mengingat, Pemilu 2019 digelar dengan sistem perhitungan suara dan sistem rekapitulasi suara manual yang melelahkan, waktu kampanye yang panjang, dan penggunaan paku untuk mencoblos yang sangat primitif di era digital 4.0.

“Cara-cara ini harus segera diubah karena sangat merugikan kita semua. Saya mendorong Pemerintah, KPU dan DPR untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2019 dan mengkaji Undang-Undang Pemilu yang ada, yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” tuturnya dalam rilis yang diperoleh pada Jumat (26/04/2019).

Baca: Mari Berkaca Pada Pemilu 1955

Bamsoet, sapaan akrabnya itu menuturkan bahwa KPU sempat mengusulkan penggunaan e-counting dan e-rekap, namun ia berharap lebih dari itu.

Ia mengusulkan adanya perubahan secara menyeluruh, hingga penggunaan e-voting yang menurutnya akan lebih menghemat waktu dan biaya. Menurutnya, melalui sistem e-voting, tidak diperlukan lagi jumlah panitia penyelenggara, pengawas, saksi, maupun keamanan yang banyak.

“Termasuk tidak dibutuhkan lagi pengadaan bilik suara, kotak suara, surat suara, dan tinta. Sehingga melalui e-voting penyelenggaraan Pemilu diharapkan bisa lebih mempermudah dan mempercepat proses  perhitungan dan rekapitulasi suara, sehingga bisa meminimalisasi jatuhnya korban,” tambah Bamsoet.

Baca: Fahri: Bukan Perang, Hanya Pencoblosan Korban Berjatuhan, Ada Apa?

Untuk itu, legislator dapil Jawa Tengah VII tersebut mendorong KPU untuk mempersiapkan sarana maupun prasarana, dan melakukan kajian secara matang terhadap rencana pelaksanaan Pilkada dan Pemilu jika menggunakan sistem e-voting.

“Ini penting dilakukan agar dapat menjamin asas jujur, adil, dan rahasia tetap terjamin, kelancaran, keamanan, dan ketertiban pada pelaksanaan Pilkada dan Pemilu mendatang, serta selalu mengedepankan prinsip bekerja dengan transparan, berintegritas, profesional, dan independen,” tukas politisi Partai Golkar itu.

Sebagaimana diketahui, Pemilu 2019 juga mendapat sorotan dan desakan agar dilakukan evaluasi total karena menelan korban jiwa setidaknya 225 orang petugas pemilu meninggal dunia.*

Rep: SKR
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Adakah Kaitan Tanjung Priok dengan Nama Mbah Priok?

Adakah Kaitan Tanjung Priok dengan Nama Mbah Priok?

Wamenag: Pengelolaan Zakat Diharapkan Lebih Terarah

Wamenag: Pengelolaan Zakat Diharapkan Lebih Terarah

investasi miras

Tengku Zulkarnain: Buktikan Saya Menghina Suku Dayak

AJI Kritik Ahok yang Marahi dan Usir Wartawan

AJI Kritik Ahok yang Marahi dan Usir Wartawan

paracetamol

Pemprov DKI Sebut Paracetamol Tidak Masuk dalam 38 Parameter Pencemaran Lingkungan

Baca Juga

Berita Lainnya