Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Wantim MUI: KPU Jangan Abaikan Kejujuran & Keadilan

andi/hidayatullah.com
Rapat Pleno ke-38 Wantim MUI di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (24/04/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi perhatian pada upaya delegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Delegitimasi KPU, menurut Wantim MUI, dapat menyebabkan chaos. Karenanya, Wantim MUI mengimbau umat sebaiknya tetap menaruh harapan pada KPU, Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu serta Mahkamah Konstitusi (MK).

“Lembaga-lembaga ini adalah lembaga konstitusional. Dibentuk berdasarkan amanat konstitusi. Maka legal sah adanya, dan sekali lagi bergerak atas dasar konstitusi” terang Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin saat ditanya hidayatullah.com usai Rapat Pleno ke-38 Wantim MUI di Kantor MUI Pusat, Jakarta pada Rabu (24/04/2019).

Baca: APPERTI: Pemilu 2019 Terburuk selama Reformasi

Baca: Prabowo Temui Ulama Bahas Kecurangan & Korban Pemilu

Din sekali lagi mengimbau umat untuk tetap menaruh harapan dan memberi kesempatan kepada penyelenggara Pemilu.

Namun ini, kata dia, tidak berarti Wantim MUI abai dan membiarkan kecurangan Pemilu.

“Syaratnya (KPU) jangan abaikan kejujuran dan keadilan,” tegasnya.

Terakhir ia menganjurkan agar kecurangan Pemilu diselesaikan lewat mekanisme hukum.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI: Penghina Gubernur NTB  Harus Diberikan Lagi Penataran Pancasila

MUI: Penghina Gubernur NTB Harus Diberikan Lagi Penataran Pancasila

Bank Syariah di Indonesia Bisa Jadi Contoh Negara Lain

Bank Syariah di Indonesia Bisa Jadi Contoh Negara Lain

BPJPH & MUI Susun Rancangan SKKNI Auditor Halal

BPJPH & MUI Susun Rancangan SKKNI Auditor Halal

World Vision dirikan 21 sekolah di Sumbar

World Vision dirikan 21 sekolah di Sumbar

Peringati Kemerdekaan Ke-70 Tokoh Islam Gelar Parade Tauhid Indonesia

Peringati Kemerdekaan Ke-70 Tokoh Islam Gelar Parade Tauhid Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya