APPERTI: Pemilu 2019 Terburuk selama Reformasi

“Sebagai akademisi, kita memiliki kepentingan besar terhadap penyelenggaraan Pemilu yang jujur dan adil."

APPERTI: Pemilu 2019 Terburuk selama Reformasi
istimewa
Sekjen APPERTI Taufan Maulamin.

Terkait

Hidayatullah.com– Sekjen Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) Dr Taufan Maulamin, menegaskan banyaknya kasus kecurangan Pilpres menjadi preseden buruk yang akan berdampak pada Pemilu 2019 sebagai Pemilu terburuk sejak Reformasi.

APPERTI pun mengutuk keras kecurangan penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Kita mendukung upaya pengungkapan adanya kecurangan Pemilu, seperti penggelembungan suara bagi capres dan cawapres 01 dan penyusutan suara bagi pasangan 02,” ujar Taufan Maulamin dalam siaran persnya kepada hidayatullah.com di Jakarta.

Baca: Prabowo Temui Ulama Bahas Kecurangan & Korban Pemilu

Ia menyebut, kecurangan semakin tampak karena di berbagai daerah ditemukan surat suara yang telah tercoblos.

Selain itu, di luar negeri, menurutnya, banyak WNI yang tidak bisa mencoblos karena sikap Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang tidak kompromistis.

Taufan pun mengungkapkan adanya intimidasi bagi pemilih di beberapa daerah untuk mencoblos pasangan 01.

Baca: Diduga Salah Input, Suara Jokowi Bertambah 600 di TPS Kebumen ini

“Di luar negeri, banyak rakyat Indonesia tidak mencoblos karena kehabisan surat suara atau alasan lainnya,” tandanya, Selasa (23/04/2019).

Taufan mendukung berbagai pihak untuk melaporkan adanya kecurangan tersebut agar Pemilu 2019 bisa jujur dan adil.

Dia menyoroti Pemilu kali ini yang jauh dari rasa keadilan, mempertontonkan kecurangan, intimidasi, penghilangan serta perusakan kotak serta surat suara.

Di beberapa daerah, ungkapnya, telah terjadi upaya pencurian Form C1 yang merata di seluruh Indonesia. KPU sering salah input dengan pola yang seragam sehingga mengurangi jumlah suara paslon 02.

Baca: Suara Jokowi sempat Gelembung 1.000 Lebih pada TPS di Bali ini

“Sebagai akademisi, kita memiliki kepentingan besar terhadap penyelenggaraan Pemilu yang jujur dan adil. Tanpa keduanya, maka integritas KPU dipertanyakan dan keabsahan hasil Pemilu juga bisa ternoda,” tukasnya.

Lebih dari itu, Taufan juga mengimbau semua pihak untuk menjaga kondusifitas pascapemilu. Dia tidak ingin terjadi perpecahan sesama anak bangsa.

“Untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara, kita mendesak KPU untuk jujur dan adil dalam menghitung hasil suara,” katanya lebih lanjut.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !