Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Prabowo Temui Ulama Bahas Kecurangan & Korban Pemilu

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 2 di Jakarta, Ahad (16/09/2018), gelaran GNPF Ulama dihadiri Ketua GNPF Yusuf Muhammad Martak, capres Prabowo Subianto, serta sejumlah tokoh parpol pengusung koalisi Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.
Bagikan:

Hidayatullah.com— Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menemui para para ulama dan tokoh nasional  membahas berbagai persoalan pelaksanaan Pemilu 2019.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani Muzani mengatakan, dari pertemuan pada Selasa (23/04/2019) semalam, disimpulkan bahwa Pemilu 2019 berlangsung jauh dari yang diharapkan.

“Karena banyak kecurangan terjadi di hadapan masyarakat,” ujarnya seusai pertemuan di Jl Kertanegara IV, Jakarta, tersebut.

Para ulama dan tokoh tersebut, kata Muzani, terus mengumpulkan dan mencatat semua bentuk dugaan kecurangan Pemilu dan mengamankan formulir C1.

BPN Prabowo-Sandi terus mengumpulkan dan mentabulasi berbagai bentuk dugaan kecurangan Pemilu karena para relawan dan pendukung terus memberikan bukti-bukti.

“Para tokoh-tokoh ini memiliki banyak pengikut, ada yang datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, dan Sumatera,” ungkapnya.

Baca: BPN: Ada Ribuan Bukti Kecurangan Pemilu 2019

Dalam pertemuan tersebut, para ulama dan tokoh  menyayangkan pelaksanaan Pemilu 2019 “memakan” korban yaitu petugas KPPS meninggal saat menjalankan tugasnya.

Pada satu sisi ada duka cita mendalam, tapi pada sisi lain muncul pertanyaan mengapa bisa 100 orang penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia.

“Artinya KPU tidak hati-hati dalam mempersiapkan beban tugas para penyelenggara Pemilu sehingga mereka kelelahan dan akhirnya meninggal. Dan berdasarkan informasi masih ada ratusan yang dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Baca: Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Temui Prabowo, Ada Apa?

Dalam kesempatan tersebut pun, Prabowo mengingatkan bahwa kedaulatan rakyat harus dijunjung tinggi di negara demokrasi seperti Indonesia.

Rakyat telah menyampaikan kedaulatannya pada Pemilu 17 April lalu, sehingga, kedaulatan rakyat harus diselamatkan, jangan sampai diinjak-injak. “Ini bagian dari upaya menyelamatkan masa depan bangsa dan negara. Namun semua proses itu harus dilakukan dengan cara-cara yang damai,” ungkapnya.

Diketahui, dalam kesempatan tersebut datang pula tokoh-tokoh lain seperti Letjen (Purn) Djamari Chaniago, Said Didu, dan sebagainya.*

Rep: Ahmad
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Resepsi Mewah Sebabkan Pemuda Tunda Pernikahan

Resepsi Mewah Sebabkan Pemuda Tunda Pernikahan

Sekolah Tatap Muka

Kemdikbud Hapus Buku Elektronik ‘Yerusalem Ibu Kota Israel’ Terbitan Yudhistira

FPI Nyatakan Aksi Sweeping Bukan Standar Prosedurnya

FPI Nyatakan Aksi Sweeping Bukan Standar Prosedurnya

Eks Ketua DKPP: Pengajian Politik di Masjid Tak Apa-apa

Eks Ketua DKPP: Pengajian Politik di Masjid Tak Apa-apa

Protokol Kesehatan dalam Pembelajaran di Pesantren pada Masa Pandemi

Protokol Kesehatan dalam Pembelajaran di Pesantren pada Masa Pandemi

Baca Juga

Berita Lainnya