Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag: Ledakan Bom di Sri Lanka Tragedi Kemanusiaan

Zulkarnain/hidayatullah.com
Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama Aa Gym (kanan) pada Aksi Bela Palestina di lapangan Monas, Jakarta, 17 Desember 2017.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Serangkaian ledakan bom terjadi di tiga gereja dan tiga hotel mewah di Sri Lanka. Ratusan orang dikabarkan meninggal dan lebih banyak lagi yang terluka. Ledakan itu terjadi di saat umat Kristiani di Sri Lanka sedang merayakan Hari Paskah.

Pihak berwajib Sri Lanka kini masih mengejar pelaku kejahatan tersebut. Siapapun pelakunya, Menag Lukman Hakim Saifuddin mengecam keras peristiwa tersebut.

“Itu tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama,” tegas Menag di Jakarta, Ahad (21/04/2019) dalam pernyatannya.

“Ironi, tragedi kemanusiaan terjadi justru di momen umat Kristiani sedang peringati hari besar keagamaannya. Kami turut berduka. Umat kristiani diharap tabah, tapi waspada, dan tetap menjadi pembawa damai bagi sesama,” lanjutnya.

Baca: MUI Kutuk Bom Gereja Sri Lanka, Minta Tak Kaitkan dengan Agama

Menag mengatakan, tindakan pengeboman itu jelas menyalahi ajaran agama. Sebab, tidak ada agama yang membenarkan tindak kekerasan, apapun motifnya.

“Itu jelas sikap pengecut dan tidak bertanggung jawab. Apalagi bom meledak di rumah ibadah, saat umat beribadah,” tegas Menag.

Menag mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik buat korban di Sri Lanka. Menag juga minta masyarakat untuk menahan diri dan tidak emosional.

Menurutnya, saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus bekerja untuk mengetahui perkembangan kondisi di Sri Lanka, termasuk memastikan kondisi keamanan warga negara Indonesia di sana.

“Mari tingkatkan kewaspadaan kita untuk terus menjaga keamanan dan kesucian rumah ibadah kita masing-masing,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para pengguna media sosial agar tidak terpancing dan turut menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Hindari menebar hoax seputar tragedi Sri Lanka. Penyebaran hoax itulah yang diharapkan pelaku untuk menebar teror dan rasa takut,” tandasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

ITJ: Gagasan Konsensus Seks dari Pemikiran Barat-Sekuler, Sangat Bertentangan dengan Budaya Nusantara dan Syariat Agama

ITJ: Gagasan Konsensus Seks dari Pemikiran Barat-Sekuler, Sangat Bertentangan dengan Budaya Nusantara dan Syariat Agama

MIUMI Menolak Pemisahan Agama dan Politik

MIUMI Menolak Pemisahan Agama dan Politik

Kapolres Minta Eksekutif dan Legislatif Buat Perda Miras di Bekasi

Kapolres Minta Eksekutif dan Legislatif Buat Perda Miras di Bekasi

200 Penghafal Qur’an Buka Pengibaran Merah Putih 1000 m2

200 Penghafal Qur’an Buka Pengibaran Merah Putih 1000 m2

MUI: Haram Menimbun Kebutuhan Pokok Termasuk Masker

MUI: Haram Menimbun Kebutuhan Pokok Termasuk Masker

Baca Juga

Berita Lainnya