Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketua PBNU: Jangan Berlebihan Merespons Hasil Quick Count

istimewa
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas, berharap agar warga masyarakat tidak berlebihan dalam menanggapi hasil quick count (hitung cepat) Pilpres 2019 yang dilakukan lembaga-lembaga survei.

Usai pemungutan suara, Rabu (17/04/2019), hari ini juga dilakukan penghitungan suara di TPS. Berikutnya penyelenggara pemilu dengan disaksikan oleh saksi capres-cawapres dan pengawas pemilu melakukan rekapitulasi perolehan suara pasangan capres-cawapres berjenjang dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional.

Rekapitulasi perolehan suara berjenjang ini membutuhkan waktu cukup lama. Hasil akhir Pemungutan Suara baru akan diketahui secara final usai rekapitulasi perolehan suara pasangan capres-cawapres di tingkat nasional oleh KPU RI bulan Mei 2019.

“Kita memakluminya karena KPU melakukan penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara secara manual. Bukan elektronik yang rentan resiko di-hack,” ujar Robikin di Jakarta, Rabu dalam rilisnya diterima hidayatullah.com.

Hari ini juga dijumpai berbagai lembaga survei merilis hasil exit poll dan quick count. Yang perlu dicatat, exit poll dan quick count bukan real count.

Menurutnya, secara akademis, hasil exit poll dan quick count merupakan cerminan hasil pemilu. Namun bukan merupakan hasil akhir pemilu yang secara legal dapat dijadikan dasar penetapan perolehan suara capres-cawapres. Hasil akhir perolehan suara pilpres adalah yang kelak ditetapkan dan diumumkan KPU Mei mendatang.

“Untuk itu, saya berharap masyarakat tidak merespons hasil pilpres yang dirilis oleh berbagai lembaga survei secara berlebihan. Kita sambut rilis hasil exit poll, quick count bahkan real count yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei secara lumrah layaknya masyarakat terdidik meresponsnya, yakni merespons dengan mengedepankan budaya saling menghargai dan menghormati yang cukup tinggi,” ujarnya.

Robikin percaya bangsa Indonesia sudah maju dalam berdemokrasi. Sehingga tidak akan ada yang mempertaruhkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa hanya karena merespons hasil pemilu yang dirilis lembaga survei secara emosional dan tak berbudaya.

“Masyarakat kita sudah cerdas. Pemilu akan berlangsung damai. Saya yakin itu,” imbuhnya.

“Betapa pun kita yakin, siapa pun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden dalam pilpres adalah pilihan terbaik rakyat yang sekaligus harus kita yakini sebagai yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Refleksi Hijriah, Hidayatullah Deli Serdang Gelar Apel dan Pawai Muharram

Refleksi Hijriah, Hidayatullah Deli Serdang Gelar Apel dan Pawai Muharram

Yusril Sebut DPR Tandingan Sebagai Ketidakdewasaan Berpolitik

Yusril Sebut DPR Tandingan Sebagai Ketidakdewasaan Berpolitik

Pekikan Takbir, Jusuf Kalla Buka IBF 2014

Pekikan Takbir, Jusuf Kalla Buka IBF 2014

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp 560 juta Bantuan untuk 800 Anak Yatim

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp 560 juta Bantuan untuk 800 Anak Yatim

Ruang Kerja Politisi Gerindra DPR RI Ditembak

Ruang Kerja Politisi Gerindra DPR RI Ditembak

Baca Juga

Berita Lainnya