Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Imbau Selesaikan Sengketa Pemilu secara Konstitusional

antara
Pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Subianto usai debat Pilpres 2019 di Jakarta, Kamis (17/01/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pemilihan Umum niscaya diwujudkan sebagai proses demokrasi yang paling memungkinkan untuk terpilihnya pemimpin dan kepemimpinan eksekutif dan legislatif secara obyektif dengan kepercayaan bahwa yang terpilih adalah kader-kader bangsa yang terbaik.

Oleh karena itu, Muhammadiyah mengimbau kepada semua pihak agar dapat menerima hasil-hasil pemilihan umum dengan sabar, jiwa besar, tenggang rasa, saling menghormati, serta dengan senantiasa bertawakal kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.

“Siapapun yang memperoleh mandat rakyat hendaknya bersikap rendah hati, menjauhi euforia dan keangkuhan, serta menjadikan kepercayaan rakyat itu sebagai amanat dan tanggung jawab yang tinggi untuk kemajuan Indonesia,” ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (15/04/2019).

Baca: Muhammadiyah: Jauhi Politik Uang!

“Bagi yang belum memperoleh mandat rakyat terimalah dengan lapang hati dan jiwa kenegarawanan yang tinggi,” sambungnya.

Bagi kaum beriman, terang Muhammadiyah, semua amanat maupun hasil ikhtiar dalam politik maupun kehidupan pada umumnya harus disikapi dengan ketaqwaan, kesyukuran, kesabaran, dan tawakal kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Sebab ini mengandung hikmah dan ibrah penuh makna.

“Apabila terdapat masalah atau persengketaan Pemilu, maka semua pihak dapat menyelesaikan persoalan secara konstitusional sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Baca: Din Minta Muhammadiyah Pilih Paslon Pembela Umat

Muhammadiyah mengimbau, hendaknya menghindari sejauh mungkin usaha-usaha mobilisasi massa, provokasi, dan aksi-aksi politik yang dapat menimbulkan ketegangan, konflik horizontal maupun vertikal, dan anarki yang merugikan kehidupan bersama.

“Indonesia yang telah diperjuangkan oleh para patriot dan pendiri bangsa dengan segala pengorbanan jiwa-raga harus dijaga bersama dari segala kondisi dan tindakan yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya menutup.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

2.500 Guru Kontrak Terancam Tidak Terima Honor di Kotim

2.500 Guru Kontrak Terancam Tidak Terima Honor di Kotim

Indonesia Peringkat 72 dalam Indeks Kualitas Manula

Indonesia Peringkat 72 dalam Indeks Kualitas Manula

Korban Meninggal di Sulteng Jadi 832 Orang, Diperkirakan Bertambah

Korban Meninggal di Sulteng Jadi 832 Orang, Diperkirakan Bertambah

Gerindra Akui Tak Kenal Kader Yahudi yang Calonkan Anggota Legislatif

Gerindra Akui Tak Kenal Kader Yahudi yang Calonkan Anggota Legislatif

PPP Minta Pemerintah Tegas Terhadap Ahmadiyah

PPP Minta Pemerintah Tegas Terhadap Ahmadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya