Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

PBNU: Gunakan Nalar & Nurani untuk Memilih Pemimpin

andi/hidayatullah.com
Konferensi pers PBNU menyambut Pemilu 2019 di Jakarta, Senin (15/04/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Nahdlatul Ulama (NU) mengajak peran serta seluruh warga negara menyukseskan penyelenggaraan Pemilu yang bersih, jujur, dan adil dengan menggunakan hak pilihnya dalam mekanisme demokrasi lima tahunan.

Pemilu yang jurdil, bagi NU, adalah wasilah mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional.

“Karena itu, kepada seluruh warga negara yang telah memenuhi syarat, Nahdlatul Ulama mengimbau agar tidak golput,” imbau Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj dalam tausyiah kebangsaan NU menyambut Pemilu serentak 2019 di kantor pusat PBNU, Jakarta pada Senin (15/04/2019).

Baca: Muhammadiyah: Harus Dipastikan Pemilu Tanpa Kecurangan dan Penyimpangan

Said menyeru warga negara menggunakan hak pilih dengan nalar dan nurani untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden serta calon-calon wakil rakyat (DPD/DPR/DPRD) yang memenuhi kriteria profetik: shidiq, tabligh, amanah, dan fathanah.

“Di samping berani menyampaikan apa yang ada ke publik,” tambahnya.

NU memandang Pemilu sebagai mekanisme yang sah berdasarkan hukum negara dan agama untuk mengangkat dan memperbarui mandat kepemimpinan politik atau nashbul imamah.

Munas NU di Nusa Tenggara Barat pada 17 November 1997 telah menegaskan bahwa Pemilu dalam negara demokrasi merupakan salah satu manifestasi prinsip syura di dalam Islam yang sah dan mengikat.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Menlu RI Kunjungi Kamp Pengungsi Palestina di Yordania

Menlu RI Kunjungi Kamp Pengungsi Palestina di Yordania

Riset GeNAM: 14 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

Riset GeNAM: 14 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

Abubakar Ba’asyir: Ahmadiyah Wajib Dibubarkan

Abubakar Ba’asyir: Ahmadiyah Wajib Dibubarkan

“Kapan Lagi Bisa Merasakan Shalat Jumat seperti Aksi 212…”

“Kapan Lagi Bisa Merasakan Shalat Jumat seperti Aksi 212…”

Tolak Lakukan Pemurtadan, Pihak Gereja Pasundan Mengaku Tertipu

Tolak Lakukan Pemurtadan, Pihak Gereja Pasundan Mengaku Tertipu

Baca Juga

Berita Lainnya