Ahad, 24 Oktober 2021 / 17 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

KAMMI: Pemerintah Punya Hutang Keadilan Pada Mata Novel

zulkarnain/hidayatullah.com
Sorot kedua mata penyidik senior KPK, Novel Baswedan, setibanya di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/02/2018) siang.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menganggap lambatnya pengungkapan kasus teror berupa penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan bukan merupakan sesuatu yang wajar.

KAMMI menilai sebagaimana yang disampaikan oleh Novel Baswedan sendiri, progres kasus penyiraman terhadap dirinya hanyalah formalitas.

“Bang Novel sendiri sudah mengatakan kepada media bahwa kasusnya sengaja ditahan untuk tidak diungkap. Jadi intruksi presiden kepada Polri hanyalah formalitas” ujar Ketua Umum KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/04/2019), genap 2 tahun pasca kasus tersebut yang tak kunjung terungkap.

Menurut Irfan, selama ini petugas KPK seringkali diserang oleh orang-orang yang tidak dikenal. Terutama menurutnya bagi mereka yang sedang menangani penyelidikan sebuah kasus korupsi.

“Beberapa waktu yang lalu KontraS merilis beberapa penyerangan terhadap petugas KPK, ada yang laptonya dirampas, dianiaya, diculik, jadi bukan baru kali ini saja petugas KPK seperti bang Novel diserang atau dihalang-halangi,” ujarnya.

Baca: 2 Tahun Kasus Novel Tak Terungkap, Muhammadiyah Pertanyakan Jokowi & Kapolri

Irfan meminta, aparat pemerintah yang bertanggung jawab harus segera mungkin menuntaskan kasus penyiraman air keras yang menyebabkan mata kiri penyidik senior itu rusak.

“Ini sudah dua tahun kasus Novel belum selesai. Kami meminta petugas kepolisian segera mengungkap kasus ini, pemeritah Indonesia punya hutang keadilan pada mata Novel,” tegas Irfan.

“Jangan sampai ada lagi orang-orang baik di negara ini yang mau menuntaskan korupsi namun ketakutan karena minimnya perlindungan negara,” ucapnya.*

Rep: SKR
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Kesadaran Wakaf Produktif Masih Minim Dinilai karena Pola Pikir

Kesadaran Wakaf Produktif Masih Minim Dinilai karena Pola Pikir

Diberitakan Dukung Pembubaran HTI, Rabithah Alawiyah Sayangkan Namanya Dicatut LPOI

Diberitakan Dukung Pembubaran HTI, Rabithah Alawiyah Sayangkan Namanya Dicatut LPOI

Pemerintah Diminta Larang Pameran Produk Tembakau

Pemerintah Diminta Larang Pameran Produk Tembakau

LPMA Siapkan Pedoman Standarisasi Penerbitan al-Quran

LPMA Siapkan Pedoman Standarisasi Penerbitan al-Quran

JK Sesalkan Kampanye di Rumah Ibadah

JK Sesalkan Kampanye di Rumah Ibadah

Baca Juga

Berita Lainnya