Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

FPI Minta Aparat Profesional soal Penyerangan Rumah Simpatisannya di DIY

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Ketua Umum DPP FPI, Ustadz Shabri Lubis, pada Milad FPI ke-19 sekaligus HUT RI ke-72 di Stadion Muara Kamal, Penjaringan, Jakarta, Sabtu (19/08/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Beredar video melalui media sosial yang berisikan cuplikan-cuplikan tindakan premanisme diduga dari anggota salah satu partai politik peserta Pemilu di Yogyakarta.

Dalam video tersebut, disebut-sebut bahwa “Markas FPI Yogyakarta diserbu” dan dalam gambar video terdapat mobil bertuliskan Laskar Pembela Islam.

Atas kejadian tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) menyampaikan pernyataan sikapnya.

Pertama, kata Ketua Umum DPP FPI Ustadz Ahmad Shabri Lubis, bahwa aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum partai peserta Pemilu pengusung 01 tersebut merupakan tindakan di luar batas, melanggar norma hukum dan keadaban serta kesantunan politik.

“Tindakan tersebut sudah merupakan tindakan kriminal terorganisir serta pidana Pemilu yang semestinya berimplikasi pada sanksi pembatalan partai yang bersangkutan sebagai peserta pemilu,” ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta kemarin diterima hidayatullah.com semalam, Ahad (07/04/2019).

Kedua, DPP FPI menyatakan, walaupun keberadaan DPD – FPI Yogyakarta sudah dibekukan sejak 3 tahun yang lalu, namun masih banyak simpatisan FPI di Yogyakarta.

“Sehingga wujud kecintaan para simpatisan ke FPI adalah dengan adanya atribut dan kalimat yang terasosiasi dengan FPI di rumah maupun di kendaraan simpatisan tersebut,” jelasnya.

Terakhir, DPP FPI mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku tindakan premanisme tersebut.

DPP FPI meminta aparat keamanan agar bertindak profesional.

“Mesti dipraktikkan oleh aparat hukum untuk menunjukkan bahwa aparat hukum tetap profesional, modern, dan terpercaya,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, beredar video diduga penyerangan sejumlah massa yang diperkirakan simpatisan PDIP terhadap rumah simpatisan FPI DIY, menimbulkan terjadinya bentrokan dengan massa lainnya di Jl Wates-Yogya, Ahad siang (07/04/2019).

Pantauan media, akibat bentrok itu satu unit mobil Jeep bertulis FPI di bagian kap depan tampak hancur bagian kaca depannya.

Ratusan personil kepolisian bersenjata lengkap tampak masih berjaga dan mengamankan area masuk gang menuju “markas” FPI itu juga Jl Wates-Yogya.

“Sempat terjadi bentrok dua massa di lokasi ini (“markas” FPI) tadi, tak ada korban luka atau jiwa, hanya kerusakan mobil itu (“milik” FPI),” ujar Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Polisi Rizky Febriyansah yang ditemui di lokasi kutip Tempo.co, Ahad.

Dari informasi yang dihimpun, massa yang bentrok dengan warga itu merupakan simpatisan PDIP yang melintasi jalan Wates-Yogya untuk menghadiri kampanye akbar terbuka Tim Kampanye Daerah (TKD) calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf – Amin DIY di Alun Alun Wates Kulonprogo.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ini Topik-topik Bahasan dalam Rakernas MUI

Ini Topik-topik Bahasan dalam Rakernas MUI

Layanan Perbankan Syariah pada Sektor Riil Kian Meningkat

Layanan Perbankan Syariah pada Sektor Riil Kian Meningkat

Tuduh Zakir Naik, Ernest Prakasa Dikecam, Lalu Minta Maaf

Tuduh Zakir Naik, Ernest Prakasa Dikecam, Lalu Minta Maaf

Kongres Dilanjutkan, HMI Fokus Digitalisasi Organisasi

Kongres Dilanjutkan, HMI Fokus Digitalisasi Organisasi

Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin Desak Polisi Buka Motif Penyerangan Terhadap Syeikh Ali Jaber

Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin Desak Polisi Buka Motif Penyerangan Terhadap Syeikh Ali Jaber

Baca Juga

Berita Lainnya