Kamis, 20 Januari 2022 / 16 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Gubernur Bali Ajak Milenial Pilih Jokowi, Bebas dari Pelanggaran Kampanye

Antara
Gubernur Bali I Wayan Koster (kanan) berjalan bersama Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan (tengah) dan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose (kiri).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gubernur Bali I Wayan Koster nekat mengajak peserta Milenial Road Safety Festival di Bali untuk memilih calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo beberapa waktu lalu. Walau demikian, Gubernur Koster bebas dari pelanggaran kampanye.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali tak bisa berbuat banyak soal kasus dugaan tindak pidana pelanggaran kampanye oleh Gubernur Koster. Dari hasil rapat pleno Sentra Gakkumdu, kepolisian dan kejaksaan menganggap Koster tidak melanggar.

Ketua Bawaslu I Ketut Ariyani mengungkapkan, terjadi perbedaan argumen sebelum putusan tersebut diketok dalam rapat Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang melibatkan kejaksaan dan kepolisian.

Baca: Polri bantah Diam-diam Petakan Dukungan Masyarakat ke Capres

Bawaslu menilai ada pelanggaran kampanye namun kepolisian dan Kejaksaan mengatakan tidak ada.

“Kami sudah pleno, sebelum pleno kami lakukan pembahasan dengan Sentra Gakkumdu. Saat rapat masing-masing kita memberikan pendapat, kami lakukan pembahasan, dari hasilnya kami berpendapat dari tiga lembaga ini belum tentu sama,” ujarnya di Denpasar, Bali, Kamis (28/03/2019).

Keputusan itu diambil dalam rapat Sentra Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu, Kejaksaan, dan Kepolisian pada Rabu (27/03/2019). Hasilnya, Koster dinyatakan tidak melanggar aturan kampanye Pemilu 2019.

Baca: Dituduh Kampanyekan Prabowo, Pegawai PTPN IV dituntut 6 Bulan Penjara

Bawaslu pun tak bisa melakukan ke tahap penyidikan terkait dugaan pelanggaran kampanye itu. Walau begitu, Bawaslu menyimpulkan bahwa Koster melanggar UU No 9 Tahun 2015 tentang perubahan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kasus ini akhirnya akan diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kalau kami temukan dugaan adanya dugaan pelanggaran pemilu, dari hasil itu setelah berproses dari klarifikasi dan sebagainya dibahas di Sentra. Kemudian dari hasil kajian kami ada ditemukan pelanggaran terhadap peraturan perundangan lainnya. Sehingga, kami teruskan ke Kementerian Dalam Negeri,” sebutnya kutip INI-Net.

Baca: 6 Guru Honorer Pro Prabowo Yang Dipecat Gajinya Belum Dibayar

Diketahui, Gubernur Koster menyampaikan pidato pada acara Milenial Road Safety Festival yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Bali di Lapangan Renon, Ahad (17/02/2019) lalu.

Ketika itu, Koster diundang sebagai Gubernur Bali. Namun Gubernur Koster nekat mengajak peserta dari kaum milenial untuk memilih sang petahana Jokowi.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Perbedaan Sunni-Syiah Masuk Haq dan Bathil

Perbedaan Sunni-Syiah Masuk Haq dan Bathil

KPAI Dukung Pemberatan Pidana di RUU Minuman Beralkohol

KPAI Dukung Pemberatan Pidana di RUU Minuman Beralkohol

Hendardi : Memeluk Agama di Indonesia Bukan Kewajiban

Hendardi : Memeluk Agama di Indonesia Bukan Kewajiban

Dalam Sistem Presidensial, DPR Tak Bisa Lakukan Impeachment terhadap Jokowi

Dalam Sistem Presidensial, DPR Tak Bisa Lakukan Impeachment terhadap Jokowi

MUI: Aneksasi ‘Israel’ Bentuk Penjajahan yang Sangat Nyata Abad 21

MUI: Aneksasi ‘Israel’ Bentuk Penjajahan yang Sangat Nyata Abad 21

Baca Juga

Berita Lainnya