Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Meski Dilematis, Bawaslu Larang Uang Transpor Saat Kampanye Terbuka

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Kampanye waspada politik uang.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Badan Pangawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmad Bagja menuturkan, uang transpor dilarang diberikan kepada simpatisan saat kampanye terbuka sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

“Uang transpor tidak boleh, walaupun akan jadi permasalahan di lapangan,” kata Rahmad Bagja di Jakarta, Senin (25/03/2019).

Pemberian uang transpor dalam bentuk nontunai diakuinya dilematis, misalnya saat diberikan voucher untuk bahan bakar, tetapi lokasi SPBU jauh atau apabila diberikan bensin, maka panitia akan kesulitan membawa jeriken.

Untuk opsi penyediaan transportasi menuju tempat kampanye terbuka yang diperkenankan, panitia pun dapat menemui kesulitan untuk menjemput satu-satu ke alamat masing-masing.

Baca: UAS seru Umat Tidak Pilih Calon Pemimpin Berpolitik Uang

Rahmad Bagja mengingatkan pembagian uang di luar arena kampanye terbuka termasuk kampanye uang.

“Pembagian politik uang bisa tidak terdeteksi oleh kami, meski kami melakukan pengawasan titik di luar. Uang transpor di RT RW dibagikan juga,” kata dia.

Meski begitu, pihaknya memastikan melakukan pengawasan terhadap politik uang dengan keterbatasan pengawas di lapangan.

Masyarakat yang mengetahui adanya politik uang diminta melaporkan kepada pengawas agar dapat ditangani dengan cepat.

“Kami minta ada keinginan masyarakat melaporkan. Kami tidak mungkin melaporkan titik tertentu, biasanya pembagian uang tidak di kampanye. Penyebaran itu sering terjadi,” ucap dia kutip Antaranews.com.

Baca: Bawaslu: Janji Pembangunan Peserta Pemilu bentuk Politik Uang

Ada pun untuk pelanggaran saat kampanye terbuka, Bagja menyebut selain politik uang, yang paling sering terjadi adalah saling hina antarpeserta kampanye.

Kampanye terbuka digelar sejak 24 Maret hingga 13 April 2019.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Terkait Kasus Ahok, Majelis Az-Zikra Gelar “Istighotsah untuk Keberkahan Negeri”

Terkait Kasus Ahok, Majelis Az-Zikra Gelar “Istighotsah untuk Keberkahan Negeri”

FPI Terbitkan Maklumat Bantu Korban Bencana Alam

FPI Terbitkan Maklumat Bantu Korban Bencana Alam

Kementerian Agama Libanon Sumbang 5.000 Al-Quran

Kementerian Agama Libanon Sumbang 5.000 Al-Quran

Mustofa: Isu Radikalisme Sengaja Dibuat untuk Hancurkan Media Islam

Mustofa: Isu Radikalisme Sengaja Dibuat untuk Hancurkan Media Islam

Komisi I DPR Berharap Media Tak Siarkan Konten Merusak

Komisi I DPR Berharap Media Tak Siarkan Konten Merusak

Baca Juga

Berita Lainnya