Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Negara-negara OKI Harus Cegah Meluasnya Islamofobia

skr/hidayatullah.com
Aksi solidaritas untuk Muslim Selandia Baru korban aksi terorisme, digelar di silang Monas, Jakarta, Jumat (22/03/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pengamat masalah Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, mengatakan, negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) perlu bertindak cepat untuk mencegah makin meluasnya Islamofobia yag mengarah kebencian terhadap Islam.

“Islamofobia menjadi masalah dunia yang mulai mengkhawatirkan,” ujar Yon Machmudi.

Karena itu, menurut Yon, pertemuan darurat tingkat menteri OKI yang digagas Turki untuk menanggapi aksi terorisme di Selandia Baru sangat positif karena secara cepat merespons persoalan-persoalan dunia Islam.

Baca: PBB: Teror di Masjid Christchurch Islamofobia

“OKI di bawah kepemimpinan Turki memang lebih progesif dan responsif dalam menyelesaikan isu-isu dunia Islam,” ujar dia.

Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Darurat OKI yang bertajuk “OIC Open Ended Executive Committee Emergency Ministerial Meeting On The Recent Terrorist Attack Against Two Mosques In New Zealand And Countering Hatred Against Muslims” itu diselenggarakan di Istanbul, Turki pada Jumat (22/03/2019).

Baca: Masyarakat Dunia diimbau Kampanyekan ‘Stop Islamofobia’

Dalam pertemuan darurat tersebut, negara-negara anggota OKI, termasuk Indonesia yang diwakili Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bersatu mengecam serangan teror yang terjadi pada Jumat (15/03/2019) di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan 50 orang dan membuat puluhan orang lainnya luka-luka.

Menurut Yon, langkah kongkret OKI diperlukan karena sikap anti-Islam tidak lagi terbatas pada ujaran kebencian dalam lisan dan tulisan, tetapi sudah mulai terorganisasi dan berkembang menjadi aksi terorisme.

Sehingga, Islamofobia tidak hanya mengancam umat Islam, tetapi juga dapat merusak perdamaian dan peradaban dunia secara umum.

Baca: Erdogan Sebut Aksi Teror Shalat Jumat di New Zealand ‘Islamofobia’

“Selama ini Islamofobia dikembangkan melalui gerakan radikal supremasi kulit putih Eropa melalui kampanye anti-imigran,” kata dia kutip INI-Net di Jakarta, Sabtu (23/03/2019).

Model gerakan ultranasionalis ini, lanjut Yon, sudah mewabah di Amerika, Australia, dan Uni Eropa, sehingga perlu kesadaran dunia untuk mewaspadai gerakan anti-Muslim ini.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

FUI Sumut Surati Presiden Yudhoyono soal Pembakaran Masjid

FUI Sumut Surati Presiden Yudhoyono soal Pembakaran Masjid

Belasan Ormas Dialogkan Urgensi Persatuan dalam Mengembalikan Peradaban Islam di Aceh

Belasan Ormas Dialogkan Urgensi Persatuan dalam Mengembalikan Peradaban Islam di Aceh

Ketua YISC Al Azhar Kritik JIL atas Kasus Rohingya

Ketua YISC Al Azhar Kritik JIL atas Kasus Rohingya

Maman Abdurrahman: Tahun 2020 Persis Harus Sudah Ada di 25 Provinsi

Maman Abdurrahman: Tahun 2020 Persis Harus Sudah Ada di 25 Provinsi

KMII Dimulai Hari Ini

KMII Dimulai Hari Ini

Baca Juga

Berita Lainnya