Senin, 25 Januari 2021 / 12 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Negara-negara OKI Harus Cegah Meluasnya Islamofobia

skr/hidayatullah.com
Aksi solidaritas untuk Muslim Selandia Baru korban aksi terorisme, digelar di silang Monas, Jakarta, Jumat (22/03/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pengamat masalah Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, mengatakan, negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) perlu bertindak cepat untuk mencegah makin meluasnya Islamofobia yag mengarah kebencian terhadap Islam.

“Islamofobia menjadi masalah dunia yang mulai mengkhawatirkan,” ujar Yon Machmudi.

Karena itu, menurut Yon, pertemuan darurat tingkat menteri OKI yang digagas Turki untuk menanggapi aksi terorisme di Selandia Baru sangat positif karena secara cepat merespons persoalan-persoalan dunia Islam.

Baca: PBB: Teror di Masjid Christchurch Islamofobia

“OKI di bawah kepemimpinan Turki memang lebih progesif dan responsif dalam menyelesaikan isu-isu dunia Islam,” ujar dia.

Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Darurat OKI yang bertajuk “OIC Open Ended Executive Committee Emergency Ministerial Meeting On The Recent Terrorist Attack Against Two Mosques In New Zealand And Countering Hatred Against Muslims” itu diselenggarakan di Istanbul, Turki pada Jumat (22/03/2019).

Baca: Masyarakat Dunia diimbau Kampanyekan ‘Stop Islamofobia’

Dalam pertemuan darurat tersebut, negara-negara anggota OKI, termasuk Indonesia yang diwakili Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bersatu mengecam serangan teror yang terjadi pada Jumat (15/03/2019) di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan 50 orang dan membuat puluhan orang lainnya luka-luka.

Menurut Yon, langkah kongkret OKI diperlukan karena sikap anti-Islam tidak lagi terbatas pada ujaran kebencian dalam lisan dan tulisan, tetapi sudah mulai terorganisasi dan berkembang menjadi aksi terorisme.

Sehingga, Islamofobia tidak hanya mengancam umat Islam, tetapi juga dapat merusak perdamaian dan peradaban dunia secara umum.

Baca: Erdogan Sebut Aksi Teror Shalat Jumat di New Zealand ‘Islamofobia’

“Selama ini Islamofobia dikembangkan melalui gerakan radikal supremasi kulit putih Eropa melalui kampanye anti-imigran,” kata dia kutip INI-Net di Jakarta, Sabtu (23/03/2019).

Model gerakan ultranasionalis ini, lanjut Yon, sudah mewabah di Amerika, Australia, dan Uni Eropa, sehingga perlu kesadaran dunia untuk mewaspadai gerakan anti-Muslim ini.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Gubernur Jawa Barat Alami Kecelakan Beruntun, Alphardnya Penyok

Gubernur Jawa Barat Alami Kecelakan Beruntun, Alphardnya Penyok

Inilah Alasan Mengapa KTT OKI Ke-5 Digelar di Indonesia

Inilah Alasan Mengapa KTT OKI Ke-5 Digelar di Indonesia

Status KLB Campak Asmat Dicabut

Status KLB Campak Asmat Dicabut

Kopertis: 89 Persen Lulusan SMA/SMK Papua Tak Lanjut ke PT

Kopertis: 89 Persen Lulusan SMA/SMK Papua Tak Lanjut ke PT

Komunikonten: Cegah Radikalisme di Medsos dengan Jiwa Dektektif

Komunikonten: Cegah Radikalisme di Medsos dengan Jiwa Dektektif

Baca Juga

Berita Lainnya