Selasa, 2 Maret 2021 / 18 Rajab 1442 H

Nasional

Fahira: Perilaku Islamofobia seperti Fraser Anning Racun Peradaban

google
Senator asal Queensland Australia, Fraser Anning.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Anggota DPD RI Fahira Idris menilai perilaku Islamofobia seperti yang dilakukan senator asal Queensland Australia, Fraser Anning, yang menyalahkan Islam atas pembantaian umat Muslim yang sedang beribadah Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, adalah racun peradaban.

Fahira mengungkapkan, orang seperti Fraser Anning sesungguhnya adalah racun bagi peradaban umat manusia karena komentar-komentarnya merendahkan keyakinan dan martabat agama Islam yang dipeluk miliaran orang dan sudah memberi sumbangan besar bagi sejarah kemajuan perabadan dunia.

Selain itu, pernyataan Fraser Anning dinilai sangat berpotensi menyalakan ekstremisme dan menyulut aksi-aksi kekerasan terhadap Muslim di tempat-tempat lain.

Baca: Twitter Hapus Akun “EggBoy” setelah Pecahkan Telur di Kepala Senator Anning

“Islamofobia itu kejahatan kemanusiaan dan ini yang secara sadar dan sengaja telah dilakukan Senator Anning. Komentar-komentar menyesatkan yang keluar dari mulut pejabat publik seperti Anning ini akan dijadikan pembenaran bagi pembenci-pembenci Islam untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap Muslim,” tukas Senator Jakarta ini kepada hidayatullah.com di Jakarta dalam keterangannya, Selasa (19/03/2019).

Bagi Fahira, selain bentuk nyata dari Islamofobia, pernyataan Anning adalah bentuk kebencian mendalam terhadap agama Islam dan umat Muslim di dunia.

“Islamofobia itu nyata. Ada yang mewujudkan lewat aksi kekerasan yang biadab seperti yang terjadi di Christchurch. Ada juga lewat pernyataan seperti yang diucapkan Senator Queensland, Australia, Fraser Anning. Fraser Anning, Anda memalukan. Komentar Anda terkait Islam dan komunitas Muslim tidak punya tempat di dunia ini,” ujar Fahira.

Baca: MUI: Cara Pandang Senator Fraser Anning Sesat Menyesatkan

Tidak hanya menyalahkan umat Muslim terhadap peristiwa kelam ini, Anning dalam rentetan pernyataannya mengatakan Islam secara keseluruhan sebagai “ideologi kekerasan”, “padanan agama dengan fasisme”, dan sistem “kepercayaan yang biadab”.

Bagi Fahira, pembantaian umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah Jumat di dua masjid di Christchurch dan mengakibatkan 50 orang meninggal, bahkan di antaranya adalah seorang WNI adalah salah satu kejahatan paling kelam di abad ini.

“Kalimat kutukan tidak cukup menggambarkan betapa biadabnya kejahatan ini. Ini lebih dari aksi terorisme tetapi merupakan tindakan iblis berwujud manusia. Sangat biadab. Semoga Allah balaskan surga bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban,” ujar Fahira.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kepercayaan Publik bisa Tumbuh Jika KPK Proporsional Usut Kasus Suap PAW

Kepercayaan Publik bisa Tumbuh Jika KPK Proporsional Usut Kasus Suap PAW

Puting Beliung di Sidrap Sulsel, 1.240 Rumah Rusak

Puting Beliung di Sidrap Sulsel, 1.240 Rumah Rusak

Prabowo Dijadikan Tersangka Makar

Prabowo Dijadikan Tersangka Makar

Kedubes Jerman Datangi Markas FPI, Sampaikan Empati atas HRS dan Meninggalnya 6 Laskar

Kedubes Jerman Datangi Markas FPI, Sampaikan Empati atas HRS dan Meninggalnya 6 Laskar

MUI Jatim Desak Walikota Surabaya Tutup Dolly

MUI Jatim Desak Walikota Surabaya Tutup Dolly

Baca Juga

Berita Lainnya