Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

MIUMI Desak Indonesia Minta Penjelasan atas Teror 2 Masjid Selandia Baru

Bahrul/hidayatullah.com
Bagikan:

Hidayatullah.com– Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jatim mengadakan Silaturahim Nasional di Jakarta.

Salah satu rekomendasi dari Silatnas ini yaitu penyikapan terhadap tragedi di masjid di New Zealand (Selandia Baru).

“Sebagai Muslim terbesar di dunia sekaligus pengurus MIUMI menyatakan keprihatinan yang paling mendalam atas kejadian ini,” jelas Ustadz Bachtiar Natsir, Sekretaris Jenderal MIUMI Pusat.

Baca: Brutalnya Aksi Terorisme Penembakan Masjid Selandia Baru

Karena itu MIUMI menuntut kepada pemerintah Selandia Baru agar secepatnya menangkap dan memberikan hukuman seberat-beratnya demi kedamaian dunia.

Sedangkan Ustadz Zaitun Rasmin sebagai salah satu Ketua MIUMI Pusat menegaskan bahwa teror ini tidak akan menghentikan animo umat Islam mendatangi masjid.

“Bahkan animo manusia memeluk agama Islam tidak akan berkurang,” jelas Ustadz Zaitun.

Dalam forum tersebut juga semua peserta Silatnas sepakat menuntut pemerintah Indonesia untuk meminta penjelasan dari pemerintah Selandia Baru atas peristiwa pembantaian tersebut.

“Untuk kaum Muslimin kami harap solidaritasnya dengan melakukan aksi di depan kedutaan New Zealand, di seluruh dunia,” tegas UBN.

UBN juga mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak terpancing atas tindakan biadab yang mereka lakukan.

“Kalau umat Islam mayoritas selalu mengayomi tapi saat minoritas selalu dibantai,” terang Ustadz Abdullah Hadrami, peserta dari Malang.

Baca: Teror di Masjid Selandia Baru, Pelaku mengaku ‘Tak Suka’ Orang Islam

Sebagaimana diketahui, aksi teror terjadi di dua masjid di Selandia Baru, pada Jumat, 15 Maret 2019, pukul 13:40 waktu setempat.

Aksi teror yang telah menewaskan setidaknya 40 orang ini dilakukan secara brutal bahkan pelaku menyiarkan secara live aksinya di dalam masjid.

Dalam potongan tayangan 1:17 menit dari 17 menit siaran yang dilakukan pelaku, tampak seorang pria bersenjata senapan semi otomatis memberondong jamaah masjid selepas shalat Jumat tanpa pandang bulu –sebagian melaporkan saat sedang shalat.

Menurut laman New Zealand Herald, pelaku ekstremis itu mengidentifikasi dirinya sebagai “Brenton Tarrant” – seorang pria kulit putih, kelahiran Australia berusia 28 tahun. Pria ini mengunggah manifesto berisi ideologi ekstrem kanan yang anti-Islam dan anti-imigran.* Bahrul

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Situasi Kota Ambon Masih Rawan

Situasi Kota Ambon Masih Rawan

Di Pangalengan Pengikut Syiah Bangga dengan Identitasnya

Di Pangalengan Pengikut Syiah Bangga dengan Identitasnya

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri Jatuh Pada Ahad

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri Jatuh Pada Ahad

Anggota DPR: M. Natsir, Sosok Lengkap Negarawan

Anggota DPR: M. Natsir, Sosok Lengkap Negarawan

‘Atas Nama Cinta’, Peserta Aksi Damai 411 akan Kembali ke Jakarta

‘Atas Nama Cinta’, Peserta Aksi Damai 411 akan Kembali ke Jakarta

Baca Juga

Berita Lainnya