FDKM Bekasi Tolak Pemasangan ‘Spanduk Provokatif’ di Masjid

FDKM menyerukan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas spanduk tersebut menghentikan kegiataannya karena akan berdampak pada instablitas, ketentraman, dan ketenangan selama ini.

FDKM Bekasi Tolak Pemasangan ‘Spanduk Provokatif’ di Masjid
istimewa
[Ilustrasi]

Terkait

Hidayatullah.com– Masjid memang bukan sarana politik praktis, tetapi masjid sebagai tempat pembelajaran politik adiluhung, politik yang bermartabat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman paripurna.

Oleh karena itu, bagi Forum Dewan Kemakmuran Masjid (FDKM) Bekasi Raya di Bekasi, Jawa Barat, menilai, maraknya pemasangan spanduk di berbagai masjid yang bernada provokatif yang menyebut “Masjid Bukan Sarana Politik dan Penyebaran Ujaran Kebencian”.

FDKM Bekasi Raya pun menyatakan sikap. Pertama, menolak stigmatisasi masjid dan umat Islam sebagai penyebar kebencian dan kepentingan politik praktis.

“Kedua, menolak pemasangan spanduk tersebut sebagai bentuk provokatif, rasis, dan rasialis kepada umat Islam,” ujar Ketua FDKM Bekasi Raya, Ahmad Syahidin, dalam pernyaatannya diterima hidayatullah.com, Kamis (14/03/2019).

Baca: FDKM Bekasi: Masjid Tak Bisa Dilepaskan dari Politik

Kemudian, FDKM menyerukan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas spanduk tersebut menghentikan kegiataannya karena akan berdampak pada instablitas, ketentraman, dan ketenangan selama ini.

“Meminta pemerintah dan aparat untuk menindak pelaku penyebaran spanduk tersebut karena terbukti telah meresahkan masyarakat dan membuat sebagian warga tidak nyaman, terutama umat Islam,” tambahnya.

Terakhir, FDKM mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk mengedepankan cara-cara persuasif, dialog dan pendekatan persuasif dalam menghadapi problematika masyarakat di lapangan.

“Demikianlah pernyataan ini kami buat dengan harapan pihak-pihak terkait segera menyelesaikanya,” pungkasnya.

Ia juga menyatakan, spanduk tersebut seolah-olah ingin memisahkan peran masjid dari politik, bahwa masjid tak ada kaitannya dengan politik, bicara politik jangan di dalam masjid.

Baca: Istiqlal Bolehkan KPUD Sosialisasi di Masjid Asal Tak Bawa Kepentingan Politik

Padahal, lanjutnya, politik secara definitif adalah cara-cara untuk mencapai kekuasaan. Islam sangat berkepentingan terhadap masalah kekuasaan. Sebab, bila kekuasaan berada di tangan orang yang salah, akan sangat berbahaya pada kehidupan bernegara bahkan beragama.

“Islam tak bisa dipisahkan dari politik,” imbuhnya menegaskan.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !