Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Luas Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau 1.761 Hektare

bnpb
Kebakaran lahan di Riau, 2019.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau sejak Januari tahun ini luasnya sudah lebih dari 1.761 hektare dan banyak terjadi di daerah pesisir.

“Luas lahan yang terbakar dari 1 Januari sampai dengan hari ini sejumlah kurang lebih 1.761,41 hektare,” kata Wakil Komandan Satuan Tugas (Satgas) Siaga Darurat Karhutla Riau, Edwar Sanger kutip Antaranews.com di Pekanbaru, Selasa (12/03/2019).

Baca: Kebakaran Hutan di Riau Tembus 1.136 Hektare

Hingga awal Maret ini, areal lahan gambut yang terbakar bertambah banyak karena terjadi kebakaran Desa Harapan dan Gayung Kiri Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti seluas sekitar 29 hektare. Kemudian di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan seluas sekira satu hektare, di Parit Undal dan Parit Muksin, Desa Segamai, Kecamatan Teluk Meranti juga Kabupaten Pelalawan seluas dua hektare.

Kemudian di Jl Simpang Saleh, Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis seluas 10 hektare, dan di Jl Satria Ujung, Jl Satria, Jl Mekar, dan Jl Karya Ujung, Desa Ulu Pulau, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis meluas jadi dua hektare.
Berdasarkan data Satgas, hanya dua dari 12 kabupaten/kota di Riau yang pada tahun ini tidak dilanda karhutla, yakni Rokan Hulu dan Kuantan Singingi.

Daerah paling rendah luas Karhutla sejauh ini ada di Kabupaten Indragiri Hulu yakni 1,5 hektare sedangkan daerah paling luas dilanda karhutla adalah Kabupaten Bengkalis yang mencapai 955,5 hektare.

Baca: BNPB: Kebakaran Lahan 843 Hektare di Riau Awal 2019

Daerah-daerah pesisir tercatat paling banyak dilanda kebakaran. Selain Bengkalis, ada juga Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencapai 254,5 Ha, Kepulauan Meranti 216.4 Ha, dan Kota Dumai 133 Ha. Kemudian Kabupaten Siak seluas 70,75 Ha, Kota Pekanbaru 21,76 Ha, Kampar 19,5 Ha, Indragiri Hilir 48 Ha, dan Pelalawan 40,5 Ha.

Edwar mengatakan, karhutla di sejumlah daerah sudah mulai bisa dikendalikan. Di beberapa daerah mulai turun hujan meski sifatnya lokal, seperti di Kota Pekanbaru. Hingga Senin sore (11/03/2019) kualitas udara juga relatif baik dari pencemaran jerebu akibat karhutla.

Karhutla yang sudah berlangsung lebih dari sebulan masih terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Sebanyak 100 personel Yon Armed Kostrad yang diperbantukan dari Jakarta hingga Senin kemarin (11/03/2019) masih membantu proses pemadaman di Jl Sekda, Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat. Kebakaran lahan gambut di tempat itu diduga berawal dari lahan kelapa sawit milik mantan pejabat Bengkalis.

Baca: Kepala BNPB: 99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia

Di Rupat juga muncul titik api baru di Desa Teluk Lecah yang cepat menyebar hingga seluas sekira 10 Ha. Tim pemadam gabungan kesulitan untuk menjangkau lokasi karena minim akses jalan, namun beruntung di lokasi sempat turun hujan sehingga kini kondisi kebakaran tinggal menyisakan sedikit bara dan asap.

Terkait penegakan hukum, Edwar mengatakan Satgas Penegakan Hukum menangani enam kasus dugaan pembakaran lahan antara lain di Kota Dumai ada empat kasus, dan Bengkalis serta Meranti masing-masing satu kasus. Penanganan kasus dilakukan oleh jajaran Polda Riau.

Polisi sudah menetapkan enam orang tersangka dan lima orang sudah ditahan, antara lain di Bengkalis satu tersangka, dan sisanya merupakan tersangka di Dumai. Kemudian ada satu tersangka sudah proses penyidikan tahap II dan diserahkan ke Kejaksaan yakni untuk kasus kebakaran lahan di Meranti.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PERDOSPI: Maksimalkan Pencegahan Covid-19 di Bandara dan Pesawat

PERDOSPI: Maksimalkan Pencegahan Covid-19 di Bandara dan Pesawat

Sekum Muhammadiyah Khawatir dengan Reputasi Kementerian Agama

Sekum Muhammadiyah Khawatir dengan Reputasi Kementerian Agama

PKS Desak BPK Audit Keuangan PLN yang Berutang Rp 500 Triliun

PKS Desak BPK Audit Keuangan PLN yang Berutang Rp 500 Triliun

RR Kritik Impor Baja dari China Naik saat Krakatau Steel Merugi

RR Kritik Impor Baja dari China Naik saat Krakatau Steel Merugi

Soeripto: Yoyoh Yusroh, “Cut Nyak Dien” Zaman Sekarang

Soeripto: Yoyoh Yusroh, “Cut Nyak Dien” Zaman Sekarang

Baca Juga

Berita Lainnya