Ketum Rabithah Alawiyah Habib Zen Mundur dari Mustasyar PBNU

"Menyikapi perkembangan dan langkah-langkah PBNU selama kepengurusan ini, saya berpendapat ada hal-hal yang tidak sejalan dengan aspirasi umat Islam."

Ketum Rabithah Alawiyah Habib Zen Mundur dari Mustasyar PBNU
Twitter @TV7Nusantara
Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen Umar bin Sumaith (tengah) menyatakan mengundurkan diri sebagai Mustasyar PBNU.

Terkait

Hidayatullah.com– Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen Umar bin Sumaith, menyatakan mundur dari jabatannya sebagai salah satu dewan penasihat syuriah (Mustasyar) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Habib Zen Umar menyatakan, pengunduran dirinya dari jabatan tersebut, setelah menyikapi perkembangan dan sikap PBNU selama kepengurusan saat ini.

Surat maklumat pengunduran dirinya ditujukan kepada seluruh pengurus DPP, DPW, dan DPC Rabithah Alawiyah di seluruh Indonesia.

“Menyikapi perkembangan dan langkah-langkah PBNU selama kepengurusan ini, saya berpendapat ada hal-hal yang tidak sejalan dengan aspirasi umat Islam. Lebih-lebih seringnya pengurus PBNU mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kurang bijak, sehingga menimbulkan reaksi dan kegaduhan di kalangan umat Islam serta
pihak-pihak lain, sehingga dapat merugikan wibawa organisasi,” ujarnya dalam rilis diterima hidayatullah.com, semalam, Rabu (06/03/2019).

Baca: Munas NU: Non-Muslim Bukan Kafir, Mereka Warga Negara

Habib Zen mengaku, sebagai mustasyar PBNU, selama ini ia juga tidak dapat berfungsi dengan benar dalam memberikan saran dan nasihat kepada organisasi tersebut. Ia mengakui, posisi tersebut adalah kehormatan yang harus dijaganya.

“Karena itu dengan pertimbangan yang panjang saya telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Mustasyar PBNU terhitung tanggal 28 Jumadil Akhir 1440 H (5 Maret 2019),” jelasnya.

Meskipun demikian, Habib Zen menyatakan, sebagai pribadi maupun sebagai Ketua Umum Rabithah Alawiyah, ia akan tetap menjalin silaturahim dengan para kiai, masyaikh, ulama, para pimpinan pondok pesantren di lingkungan NU, lembaga- lembaga dakwah, maupun pimpinan-pimpinan ormas Islam.

Baca: Sekjen PBNU Klarifikasi Pernyataan KH Said Soal ‘Selain NU Salah Semua’

Dengan demikian, diharapkan terus terjalin saling pengertian yang baik.

“Semoga kita selalu diberikan petunjuk oleh Allah Subhanahu Wata’ala, dan diberi kemampuan untuk mengatakan yang haq walaupun hal itu pahit,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, mustasyar adalah jajaran dewan penasihat syuriah yang biasanya diisi para ulama sepuh NU yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan, agama dan senioritas usia.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !