Ahad, 17 Oktober 2021 / 10 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Hayati mengaku Punya Izin Selama 67 Hari Absen di Kampus

andi/hidayatullah.com
Hayati Syafri, dosen bercadar IAIN Bukittinggi (kanan) mengajukan banding administrasi atas pemecatannya ke kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (04/03/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dosen bercadar IAIN Bukittinggi, Sumatera Barat, yang telah dipecat Kementerian Agama, Hayati Syafri, mengaku punya bukti-bukti izin selama 67 hari tidak hadir di kampus.

Selama absen di kampus, ia melakukan aktivitas-aktivitas yang jelas. Seperti kuliah S3 serta melakukan ujian terbuka.

“Saat itu dia melakukan penelitian S3. Ada buktinya. Kami siapkan,” kata Ismail Nganggon dari Yayasan Pusat Advokasi Hukum & Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia yang mendampangi Hayati saat banding ke Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (04/03/2019).

Baca: Hayati Banding ke BKN, Yakin Pemecatannya Wujud Ketidakadilan

Hayati menyatakan bahwa ia orang yang tidak akan menyia-nyiakan amanah. Ia mengaku tahu tanggung jawab sebagai dosen, abdi negara, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) itu seperti apa.

“Tapi saya pun tidak sempurna. Banyak hal-hal yang tidak tuntas saya lakukan. Itu semata-mata bukan karena saya lalai. (Tapi) saya tidak sanggup melaksanakan semuanya,” ujarnya.

Maksud Hayati, misal ketika ada ujian terbuka S3 dan mengajar di kampus pada waktu yang sama, ia tidak bisa menghadiri kedua-duanya dan harus memilih salah satunya.

Baca: Kemenag Pecat Dosen Hayati di Sumbar, Bantah karena Cadar

Meski kuliah S3, tapi ia menyampaikan, semua tanggung jawabnya sebagai dosen sudah dikerjakan. Mahasiswa bimbingannya, kata dia bersyukur, sudah diwisuda. Lalu mahasiswa yang Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) juga sudah ia antarkan dan tuntaskan dalam pengabdiannya di sekolah.

“Mengajar di kelas pun, tidak ada yang kurang dari 14 (kali). 14 ke atas. Bahkan ada yang 19 kali pertemuan. Jadi semua tugas-tugas sebagai dosen saya kerjakan,” tuturnya.

Sebelumnya, Hayati dipecat oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin karena dianggap melanggar disiplin tidak masuk kerja tanpa keterangan yang sah selama 67 hari kerja. Perbuatannya ini dianggap melanggar ketentuan Pasal 3 angka 11 dan angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Fahira Idris RUU miras

GENAM Dukung Kemendag Dengan Membuka Kampung Anti Miras

Garda Muda NU Kawal Muktamar Agar Tak Ada Intervensi Politik dan Uang

Garda Muda NU Kawal Muktamar Agar Tak Ada Intervensi Politik dan Uang

Wartawan Hidayatullah Grup Dapat ‘HPN Award’

Wartawan Hidayatullah Grup Dapat ‘HPN Award’

Ketua Front Santri Indonesia: Waspada Kurikulum Pesantren Mau Diobok-obok

Ketua Front Santri Indonesia: Waspada Kurikulum Pesantren Mau Diobok-obok

MUI: Syeikh Ali Jaber Jadikan Islam yang Mendorongnya Cinta dan Ikhlas Berdakwah di Indonesia

MUI: Syeikh Ali Jaber Jadikan Islam yang Mendorongnya Cinta dan Ikhlas Berdakwah di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya