Kebakaran Hutan di Riau Tembus 1.136 Hektare

Status siaga darurat karhutla di Riau ditetapkan sejak Selasa (19/02/2019) hingga 31 Oktober 2019.

Kebakaran Hutan di Riau Tembus 1.136 Hektare
BNPB
Kebakaran hutan di Riau 2019.

Terkait

Hidayatullah.com– Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau yang terjadi sejak Januari hingga Februari 2019 ini terus meluas hingga mencapai 1.136 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Selasa (26/02/2019) mengatakan, angka itu melonjak lebih dari 150 hektare dalam kurun waktu kurang dari 48 jam terakhir.

“Titik-titik api masih cukup banyak terdeteksi di pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir hingga Indragiri Hilir,” kata Edwar kutip Antaranews.com.

Baca: Kepala BNPB: 99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia

Dia merincikan, Kabupaten Bengkalis sejauh ini masih merupakan wilayah yang paling parah mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sedikitnya lahan di lima kecamatan di Kabupaten kaya sumber daya alam migas itu hangus terbakar.

Salah satu daerah yang saat ini menjadi fokus pemerintah daerah dan pusat adalah Pulau Rupat, Bengkalis.

Wilayah itu selama dua pekan terakhir terus dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga lebih dari 200 hektare. Ratusan personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat terus berjibaku melakukan pemadaman.

Namun, upaya itu belum membuahkan hasil maksimal.

Baca: BNPB: Kebakaran Lahan 843 Hektare di Riau Awal 2019

Tak hanya darat, tim udara juga terus berjibaku melalui operasi pengeboman air. Bahkan, hari ini satu sekolah di Rupat terpaksa diliburkan karena kondisi udara pada level membahayakan dengan jarak pandang hanya 100 meter.

Selain Bengkalis, Edwar mengatakan titik-titik api baru terpantau di Kota Dumai, Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir.

“Seluruh kekuatan kita upayakan semaksimal mungkin untuk menanggulangi titik-titik api di wilayah itu,” lanjut Edwar.
Secara umum, Edwar menjelaskan sembilan dari 12 kabupaten dan kota di Riau telah dan sedang dihadapkan dengan karhutla. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah yang paling parah dihadapkan karhutla dengan total luas kebakaran 817 hektare, dari 1.136 hektare seluruh Riau.

Selanjutnya Rokan Hilir tercatat 132 hektare, Dumai 60 hektare, Indragiri Hilir 38 hektare, Siak 30 hektare, Kampar 15 hektare, Pekanbaru 21,01 hektare, dan Meranti 20,4 hektare.

Baca: Debat Capres, Jokowi Paparkan Data Tidak Sesuai Fakta

Pemerintah Pusat dan Daerah hingga hari ini terus berjuang untuk sedapat mungkin melakukan upaya pemadaman.
Bantuan terakhir datang dari TNI AU yang mengerahkan satu unit pesawat Casa 212 untuk membantu upaya penanggulangan ke wilayah yang telah menetapkan status siaga karhutla tersebut melalui operasi hujan buatan.

Diketahui, menyusul kasus karhutla yang terus terjadi sejak Januari hingga Februari 2019, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla, Selasa (19/02/2019) pekan kemarin.

Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengatakan, status siaga darurat karhutla ditetapkan sejak Selasa (19/02/2019) hingga 31 Oktober 2019.

Presiden Joko Widodo sebelumnya dalam debat pilpres jilid dua mengklaim, dalam tiga tahun terakhir tidak ada kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Namun kemudian pernyataan ini diralat pasca debat, bahwa yang dimaksud bukan tidak ada, tapi terjadi penurunan drastis.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !