Kepala BNPB: 99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia

Doni Monardo menyarankan agar pihak-pihak yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla ditindak tegas.

Kepala BNPB: 99 Persen Karhutla Akibat Ulah Manusia
muh. abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Kebakaran hutan.

Terkait

Hidayatullah.com– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, 99 persen kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia disebabkan oleh ulah manusia.

Dia meminta masyarakat ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan, termasuk yang saat ini sedang terjadi di Riau.

“Penting untuk menyadarkan saudara-saudara kita yang ada di kawasan rentan dengan kebakaran lahan gambut,” kata Doni di Jakarta, Kamis (21/02/2019) lansir Anadolu Agency.

Selain itu, Doni menyarankan agar pihak-pihak yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla ditindak tegas.

Baca: BNPB: Kebakaran Lahan 843 Hektare di Riau Awal 2019

Menurut Doni, kerugian akibat karhutla di Indonesia sejak 2015 lalu telah mencapai USD16,1 miliar atau setara Rp 221 triliun. Angka itu lebih besar dibanding angka kerugian akibat tsunami Aceh pada 2004 lalu sebesar USD7 miliar.

Namun sejak 2016 hingga 2018, Doni menuturkan dampak dari kebakaran hutan telah jauh berkurang dibanding sebelumnya dan tidak menyebabkan gangguan penerbangan, pariwisata serta ekonomi.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, tercatat sebanyak 843 hektare lahan terbakar di Provinsi Riau dari awal bulan Januari (01/01/2019) hingga pertengahan Februari (18/02/2019).

Sebaran dari kebakaran lahan ini adalah di Kabupaten Rokan Hilir 117 ha, Dumai 43,5 ha, Bengkalis 627 ha, Meranti 20,2 ha, Siak 5 ha, Kampar 14 ha, dan Kota Pekanbaru 16 ha.

“Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut milik masyarakat dengan jenis tanaman semak belukar. Penyebab kebakaran lahan adalah disengaja untuk pembukaan lahan perkebunan dan pertanian,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com, Selasa (19/02/2019).

Kebakaran lahan telah menyebabkan beberapa daerah terkepung asap, meskipun intensitas, sebaran, dan durasi tidak lama. Indek Standar Pencamaran Udara (ISPU) tercatat sedang hingga baik pada 18/2/2019. ISPU di Rumbai Pekanbaru tercatat 55 (sedang), Duri Camp di Bengkalis 55 (sedang), Dumai 71 (sedang), Minas di Siak 45 (baik), Duri Field di Bengkalis 40 (baik), Bangko di Rokan Hilir 13 (baik), Libo di Rokan Hilir 8 (baik), dan Petapahan di Kampar 28 (baik).

Baca: Debat Capres, Jokowi Paparkan Data Tidak Sesuai Fakta

Sebelumnya, dalam debat capres Pilpres 2019 jilid dua di Jakarta, Ahad (17/02/2019), capres Joko Widodo sang petahana mengklaim, pemerintahan yang dipimpinnya berhasil mengatasi kebakaran hutan dan lahan dalam tiga tahun terakhir.

“Dalam lingkungan hidup, kebakaran lahan gambut tidak terjadi lagi dan ini sudah bisa kita atasi. Dalam tiga tahun ini tidak terjadi kebakaran, hutan, kebakaran lahan gambut. Itu adalah kerja keras kita semua,” ujar Jokowi dalam debat yang disiarkan langsung berbagai stasiun TV tersebut.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !