Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Fahira: Debat Ketiga Harus Steril dari “Tim Hore”

tvOne
Bagikan:

Hidayatullah.com– Hari ini, Rabu (20/02/2019), KPU bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, melakukan evaluasi debat Pilpres kedua sekaligus mempersiapkan debat berikutnya.

Senator atau Anggota DPD RI Fahira Idris meminta pada debat ketiga nanti arena debat steril dari keberisikan para pendukung kedua pasang calon (paslon).

Senator DKI Jakarta ini mengungkapkan, beberapa hari seusai debat kedua, beredar video keriuhan dan saling sahut bahkan saling ejek antarpendukung paslon 01 dan 02 di sela-sela waktu jeda.

Bahkan, saat debat sedang berlangsung, masyarakat melalui tayangan televisi mendengar dengan jelas beberapa kali terjadi suara keriuhan para pendukung pada saat paslon sedang memaparkan pandangannya.

Baca: #JokowiBohongLagi Trending Topic habis Debat Capres

Suasana tidak kondusif seperti ini sangat disayangkan dan KPU harus memastikan tidak lagi terulang pada debat pilpres ketiga yang akan digelar pada 17 Maret 2019.

“Saya berharap debat ketiga nanti steril dari keriuhan para pendukung. Kami yang menonton debat lewat televisi terganggu dan saya rasa kedua paslon yang berada di atas panggung juga terganggu. KPU bisa fasilitasi para pendukung ini nonton bareng di luar arena debat.

Silakan kalau mereka mau sahut-sahutan asal jangan di dalam arena debat. Kami rakyat Indonesia yang paling berkepentingan menyaksikan debat ini, bukan tim sukses,” tukas Fahira Idris dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Menurut Fahira, yang paling berkepentingan menonton langsung atau diundang dalam forum debat pilpres adalah perwakilan kelompok masyarakat atau mereka yang sehari-hari bergelut di bidang-bidang yang menjadi tema debat.

Baca: Wapres JK Izinkan Prabowo Kuasai Lahan: Sesuai UU, Tak Ada yang Salah

Namun, selama dua kali debat berlangsung ruangan debat didominasi oleh kedua pendukung paslon.

Pada debat ketiga nanti, lanjut Fahira, jumlah tim sukses yang boleh berada di dalam ruangan debat harus sangat dibatasi. Audiens harus didominasi masyarakat yang concern terhadap isu yang diangkat saat debat ketiga yaitu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

Fahira meminta KPU lebih banyak mengundang perwakilan organisasi guru dan guru honorer, organisasi tenaga kesehatan, serikat pekerja dan mereka-mereka yang concern dalam kegiatan sosial dan budaya.

Baca: Debat Capres, Jokowi Paparkan Data Tidak Sesuai Fakta

Mungkin, sambung Fahira, di dua debat sebelumnya sudah diundang, tetapi jumlahnya terlalu sedikit, Makanya debat selanjutnya, harus diundang lebih banyak akademisi, aktivis dan pegiat pendidikan, kesehatan, dan organisasi yang selama ini memberikan advokasi terhadap tenaga kerja kita baik di dalam maupun luar negeri.

“Undang BEM se-Indonesia. Undang siswa dan mahasiswa berprestasi. Undang dokter dan tenaga kesehatan yang mengabdi di pulau terpencil. Undang para pelaku UMKM yang sudah membuka banyak lapangan kerja. Undang para pegiat literasi, dan lainnya.

Fasilitasi mereka agar dapat langsung melihat calon pemimpinnya memaparkan gagasannya. Mereka-mereka ini yang harus memenuhi ruang debat. Mereka ini yang harus ditatap matanya oleh capres dan cawapres, bukan tim sukses dan pendukung,” pungkas Fahira.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

KPU: Berita 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos No 01 Hoax

KPU: Berita 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos No 01 Hoax

Meski Buta, Bikin al Quran Braille Untuk Sesama

Meski Buta, Bikin al Quran Braille Untuk Sesama

Viral Dirut Bank Syariah NTB Poligami, Bimas Islam Kemenag: Pernikahan Sudah Sesuai Ketentuan

Viral Dirut Bank Syariah NTB Poligami, Bimas Islam Kemenag: Pernikahan Sudah Sesuai Ketentuan

Ketum Pemuda Muhammadiyah: Kasus Kematian Siyono belum Tuntas

Ketum Pemuda Muhammadiyah: Kasus Kematian Siyono belum Tuntas

Pakar Pluralisme Nilai Konferensi Islam-Kristen Legitimasi Hegemoni Sekuler

Pakar Pluralisme Nilai Konferensi Islam-Kristen Legitimasi Hegemoni Sekuler

Baca Juga

Berita Lainnya