Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bagir Manan: Jangan Jual prinsip Pers Demi Kepentingan Politik

lintasgayo
Bagir Manan semasa menjabat sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Mantan Ketua Dewan Pers Bagir Manan menilai pers punya keberpihakan politik khususnya dalam Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 itu tidak salah, asalkan tetap harus menjunjung tinggi prinsip pers.

“Pers mempunyai keperpihakan politik itu tidak salah karena independensi itu mengandung kebebasan untuk memilih. Tetapi karena pers maka harus tetap menjunjung tinggi prinsip pers itu,” kata Bagir Manan di acara Workshop Peliputan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 di Surabaya, Rabu (06/02/2019) kutip Antaranews.com.

Menurut Bagir, demokrasi pers itu independen, sedangkan independensi itu sendiri adalah kebebasan, salah satu wujudnya adalah “freedom of the press” atau kebebasan pers. Tapi independensi pers itu ada konsekuensinya yakni pers harus kebal terhadap segala bentuk intervensi, tidak berpihak, adil, dan kebenaran.

“Tidak berpihak itu pengertian bukan netral. Kita boleh berpihak tapi dasarnya kebenaran atau objektivitas,” kata mantan Ketua Mahkamah Agung ini.

Selain itu, lanjut dia, ada beberapa prinsip yang perlu ditekankan kepada pers yakni tidak meninggalkan prinsip profesionalisme, kode etik pers, dan harus mewakili kepentingan publik.

“Hal-hal seperti ini yang harus ditekankan. Jangan dijual prinsip persnya hanya untuk kepentingan politik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan peran pers adalah mendorong Pileg dan Pilpers 2019 itu berkualitas dengan cara meningkatkan partisipasi publik dalam pemilu, mendidik pemilih tentang bagaimana menggunakan hak-hak demokrasinya, mengangkat suara pemilih, dan memberitakan perkembangan kampanye pemilu.

“Selain itu juga menyediakan informasi menyangkut platform bagi partai politik dan kandidat capres dan cawapres serta calon legislator dan DPD sekaligus rekam jejaknya,” ujarnya.

Yosep juga mengingatkan agar para wartawan hati-hati menggunakan informasi media sosial yang mengarah kepada informasi yang tidak benar. Ia membolehkan informasi di media sosial sebagai bahan awal untuk menulis berita, tapi tetap melakukan verifikasi atas kebenaran faktualnya dan lakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang harus dikonfirmasi.

“Hal ini untuk mencegah munculnya hoax,” katanya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Perjuangan LGBT Selalu Menunggangi Gerakan Feminisme

Perjuangan LGBT Selalu Menunggangi Gerakan Feminisme

AQL Launching Sekolah Internasional di Purwakarta untuk Yatim dan Dhuafa

AQL Launching Sekolah Internasional di Purwakarta untuk Yatim dan Dhuafa

Pemkot Didesak Segera Tutup Pabrik Miras di Antang, Sulsel

Pemkot Didesak Segera Tutup Pabrik Miras di Antang, Sulsel

Lukman Hakim: Yang Menuduh LPPOM MUI Tak Paham Hitungan

Lukman Hakim: Yang Menuduh LPPOM MUI Tak Paham Hitungan

KH Cholil Ridwan Berharap Farid Okbah segera Sehat Pasca Kecelakaan

KH Cholil Ridwan Berharap Farid Okbah segera Sehat Pasca Kecelakaan

Baca Juga

Berita Lainnya