Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Sekjen PBNU Klarifikasi Pernyataan KH Said Soal ‘Selain NU Salah Semua’

andi/hidayatullah.com
Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini (kiri) dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (tengah) di gedung PBNU, Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dalam acara peringatan harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

Kiai Said mendorong kader NU untuk lebih berperan di segala bidang, baik agama, akhlak, kesejahteraan, maupun politik. Itu tidak kontroversial. Yang kontroversial kalimat ini, “Agar berperan di tengah-tengah masyarakat. Peran apa? Peran syuhudan diniyan, peran agama. Harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA, Pak Menteri Agama, harus dari NU, kalau dipegang selain NU salah semua,” ujarnya dalam kutipan video pidatonya yang sudah tersebar luas di media sosial.

Baca: PBNU Protes Dubes Saudi, Cuitan Berbeda dengan Versi yang Dituduhkan

Baca: PBNU Silaturahim ke PP Muhammadiyah

Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini mengklarifikasi maksud pernyataan Said itu. Menurut Helmy, konteks pesan Said itu sifatnya internal untuk anggota NU.

“Hal yang biasa apabila ada ketua ormas lain menyampaikan hal tersebut kepada anggota ormasnya. Itu haknya,” menurut dia saat ditanya hidayatullah.com pada Senin (28/01/2019).

Soal “…selain NU salah semua”, kata Helmy, itu untuk memompa para kader NU. “Itu hal yang biasa,” ujarnya.

Said, tambah Helmy, juga bermaksud menyeru kader NU harus menguasai urusan-urusan agama. Sebab urusan itu harus diserahkan kepada ahlinya. “Kalau tidak diserahkan kepada ahlinya, ya, salah semua,” kata Helmy.

Sering sekali, tuturnya, Said berujar ada orang yang tidak mengerti Al-Qur’an, tapi malah mengajarkan Al-Qur’an.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

“Kita Butuh Pemimpin Pemberani, Bukan Kancil Pilek”

“Kita Butuh Pemimpin Pemberani, Bukan Kancil Pilek”

Depok Tuan Rumah Muktamar Ulama Asia Tenggara

Depok Tuan Rumah Muktamar Ulama Asia Tenggara

JK: Bagaimana Mau Mengkritik Kalau Bertanya Saja Tidak Boleh?

JK: Bagaimana Mau Mengkritik Kalau Bertanya Saja Tidak Boleh?

Pemerintah Harus Lebih Utamakan Blokir Situs Berkonten Ekstrem dan Teror

Pemerintah Harus Lebih Utamakan Blokir Situs Berkonten Ekstrem dan Teror

Kaum Gay dan Lesbian Se-Asia Adakan Kongres di Surabaya

Kaum Gay dan Lesbian Se-Asia Adakan Kongres di Surabaya

Baca Juga

Berita Lainnya