BPN: Tabloid “Indonesia Barokah” berisi Fitnah Sudutkan Prabowo-Sandi

Dia menjelaskan bahwa peredaran tabloid 'Indonesia Barokah' tidak akan menggembosi elektabilitas Prabowo-Sandi di pilpres nanti.

BPN: Tabloid “Indonesia Barokah” berisi Fitnah Sudutkan Prabowo-Sandi
ist.
Koordinator relawan Gerakan Masyarakat Prabowo-Sandiaga (Gema PADI) Jawa Tengah, Sudirman Said, saat menceritakan peristiwa intimidasi kampanye Prabowo-Sandi kepada media, Sabtu (12/01/2019), malam di Sekretariat Pemenangan Prabowo-Sandi Semarang, Jalan Pamularsih nomor 95 Kota Semarang, Jateng.

Terkait

Hidayatullah.com– Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, menyatakan pihaknya tidak risau atas peredaran ribuan eksemplar tabloid “Indonesia Barokah” di sejumlah masjid di Ciamis dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tabloid Indonesia Barokah berisi tulisan yang dinilai menyudutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Sudirman mengatakan, penyebaran tabloid berisi fitnah yang menyudutkan paslon tertentu merupakan cara primitif dan bertentangan dengan prinsip Prabowo-Sandiaga yang menganggap pesta demokrasi sebagai ajang memberikan pendidikan politik bagi rakyat.

“Biar masyarakat lihat deh, itu cara-cara primitif menurut saya dan sudah dari awal saya mengatakan, ayo kita adu gagasan, adu kebaikkan, adu pesan-pesan baik, jangan menyebarkan hal begitu. Biar masyarakat menilai. Enggak mungkin kan kita bikin sendiri, yang bikin kan pasti orang lain. Jadi biar saja,” kata Sudirman di Jakarta Selatan, Rabu kutip Antaranews.com, Kamis (24/01/2019).

Baca: BPN Prabowo-Sandiaga Laporkan Peredaran Tabloid ‘Indonesia Barokah’

Baca: Tabloid Politik Sasar Masjid, Muhammadiyah: Perlu Investigasi Polisi-Bawaslu

Dia menjelaskan bahwa peredaran tabloid “Indonesia Barokah” tidak akan menggembosi elektabilitas Prabowo-Sandi di pilpres nanti.

Justru sebaliknya, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menyebut pihak yang menyerang Prabowo-Sandiaga dengan membabi buta adalah pihak yang takut kalah.

Ia mengatakan, masyarakat sudah cukup cerdas, karena tabloid bukan satu-satunya sumber bacaan. Mereka menonton TV, punya media sosial, punya akses kepada jejaring internet, jadi pihaknya tidak terlalu khawatir dengan hal itu.

“Kalau menyerang terlalu bombastis, katanya yang menyerang itu tanda-tanda tidak secure. Saya pernah dengar penuturan seorang ahli perilaku hewan. Hewan yang menyerang itu, tanda hewan itu sedang tidak nyaman, sedang tidak aman. Jadi melakukan tindakan begitu,” kata Sudirman.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !