Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Fadli Kritik Pemerintah Mencla-Mencle Mengenai Ustadz Abu

zakhi hidayatullah
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pada diskusi bertema 'War on Hoax' di Aula Masjid Abu Bakar Ash Shidiq, Jakarta, Sabtu (10/03/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon memandang upaya pembebasan Ustadz Abubakar Ba’asyir (ABB) jelas-jelas sebuah manuver politik yang dilakukan capres pasangan 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Menurut Fadli, kepentingan politik itu terasa jelas tatkala Yusril Ihza Mahendra datang kepada Ustadz ABB di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat sebagai penasihat hukum pasangan capres-cawapres 01.

“Saya kira jelas manuver politik, tadi disampaikan (oleh kuasa hukum Ba’asyir) bahwa Yusril datang sebagai tim penasihat hukum paslon 01, ini berarti langkah politik untuk pilpres. Berarti urusannya elektabilitas, bukan hukum dan kemanusiaan,” kata Fadli di kantornya, Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/01/2019) kutip Indonesiainside.id.

Baca: Iim: Ustadz Abubakar Belum Diizinkan Pulang ke Solo

Fadli juga mengkritik sikap pemerintah yang disebutnya mencla-mencle mengenai kepastian kebebasan Ustadz ABB. Terlebih jika sikap itu muncul setelah ada protes dari negara asing, salah satunya Australia.

“Ini menunjukkan tidak ada kedaulatan pemerintah harusnya iya-iya atau tidak-tidak, Tidak boleh ada pihak asing yang mengintervensi apapun keputusannya,” imbuh Fadli.

Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menegaskan soal kedaulatan negara yang tidak bisa diintervensi negara lain, termasuk keberatan Australia sebagai pertimbangan untuk pembebasan bersyarat Ustadz ABB.

“Kita tidak mempertimbangkan keberatan atau tidak keberatannya negara lain. Sama dengan Australia juga berpendapat tidak menjadikan protes Indonesia soal Yerussalem itu bahwa harus sepenuhnya diikuti, kan tidak juga. Jadi sama juga permintaan kita soal Yerussalem agar tidak diakui, tapi dia tetap akui,” ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/01/2019).

Keputusan resmi pemerintah saat ini ditunggu untuk memastikan rencana pembebasan Ustadz ABB.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Penyelenggara Miss World Diminta Taati Konstitusi

Penyelenggara Miss World Diminta Taati Konstitusi

Pondok Modern Gontor: Santri Positif Covid-19 Hanya di Kampus 2

Pondok Modern Gontor: Santri Positif Covid-19 Hanya di Kampus 2

IAIN Mataram Bangun Lab Al-Quran

IAIN Mataram Bangun Lab Al-Quran

Banjir Bandang di Puncak Bogor, 900 Jiwa Terdampak, BPBD: Akibat Longsoran di Atas Gunung

Banjir Bandang di Puncak Bogor, 900 Jiwa Terdampak, BPBD: Akibat Longsoran di Atas Gunung

IDI: Sudah Saatnya Pendidikan Seks Masuk Kurikulum

IDI: Sudah Saatnya Pendidikan Seks Masuk Kurikulum

Baca Juga

Berita Lainnya