Lima Alasan Indonesia Tidak Seperti Suriah menurut Densus 88

Katanya struktur sosial negara ini teratur, kuat, dan bagus dengan adanya ormas-ormas Islam moderat yang sangat kuat dan besar khususnya NU dan Muhammadiyah.

Lima Alasan Indonesia Tidak Seperti Suriah menurut Densus 88
andi/hidayatullah.com
Kabagbanops Densus 88 AT Polri, Kombes Pol R Ahmad Nurwahid di PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (18/01/2019).

Terkait

Hidayatullah.com– Kabagbanops Densus 88 AT Polri, Kombes Pol R Ahmad Nurwahid, memandang, Indonesia seharusnya sudah lebih parah dari Suriah.

Sebab, kata dia, Indonesia punya lebih banyak suku dari Suriah, yakni 714 suku. Kemudian agama di Indonesia juga banyak dengan ditambah aliran-aliran.

Selain itu, jumlah penduduk Indonesia juga banyak, yakni 260 juta lebih dan terpecah-pecah di 17.000 pulau. Dan tidak seperti Suriah yang sistem negaranya otoriter, tuturnya, sistem di Indonesia lebih liberal.

“Logikanya, Indonesia lebih besar ancaman konflik dibandingkan Suriah pra konflik,” kata pria yang mengaku pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Muhammadiyah ini.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi salah satu pembicara dalam acara bedah buku bertemakan “Prahara Suriah: Hoax, Media Sosial, Perpecahan Bangsa”.

Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Jumat (18/01/2019) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Tapi mengapa Indonesia masih aman? Nurwahid menyebutkan ada lima sebabnya.

Pertama, kata dia, Indonesia punya Pancasila. Kedua, struktur sosial negara ini teratur, kuat, dan bagus dengan adanya ormas-ormas Islam moderat yang sangat kuat dan besar khususnya NU dan Muhammadiyah.

“NU, Muhammadiyah, itu kan moderat. Sehingga pemerintah tidak berhadapan langsung dengan oposisi ataupun kaum-kaum yang ingin membuat konflik,” ucapnya.

Kemudian sebab yang ketiga, tentara dan polisi di Indonesia solid. Kalau di Suriah, menurut Nurwahid, kurang lebih 30 % tentara dan polisinya berpihak kepada yang disebut “pemberontak”.

Sebab yang keempat, lanjutnya, kultur sosial Indonesia sangat berbeda dengan Arab. Di Indonesia ada budaya halal bihalal, silaturahim, dan gotong royongnya masih kuat. “Di sana itu masya Allah keras,” menurutnya.

Sebab terakhir mengapa Indonesia aman, kata Nurwahid, adalah keberuntungan dari Tuhan.

“Karena tanah Nusantara ini adalah ‘secuil tanah dari surga’, maka Tuhan sangat sayang dan sangat berkepentingan untuk menjaga Indonesia ini,” ujarnya.* Andi

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !