MUI Imbau Pengusaha Tak Ajak Karyawan Muslim Pakai Simbol terkait Natal

Khusus dalam menghadapi pergantian tahun MUI mengajak dan mengimbau masyarakat luas tidak hura-hura dan menghindari pola hidup yang bersifat materialistik, konsumeristik, dan hedonistik.

MUI Imbau Pengusaha Tak Ajak Karyawan Muslim Pakai Simbol terkait Natal
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Karyawan Muslim dan atribut natal.

Terkait

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau para pengusaha dan para pihak terkait lainnya, dalam suasana Natal dan pergantian tahun baru 2018-2019, agar tidak memaksa/mendorong/mengajak karyawan yang beragama Islam memakai atribut-atribut dan atau simbol-simbol yang tidak sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan mereka dalam hal ini tentu terkait Natal.

“Demi terjaga dan terpeliharanya kerukunan dalam kehidupan antar umat beragama,” ujar Ketua Umum (non-aktif) MUI KH Ma’ruf Amin dalam Tausiyah Akhir Tahun 2018 MUI di Jakarta baru-baru ini.

Baca: Jelang Natal dan Tahun Baru Masehi, MUI Sampaikan Tausiyah

Khusus dalam menghadapi pergantian tahun dan datangnya tahun baru 2019 M, MUI mengajak dan mengimbau masyarakat tidak hura-hura dan menghindari pola hidup yang bersifat materialistik, konsumeristik, dan hedonistik. “MUI mengajak dan mengimbau masyarakat luas untuk menyambut dan menyongsong tahun baru tersebut dengan penuh syukur dan kesederhanaan.”

Mengingat tahun 2019 adalah tahun politik karena di Indonesia akan diselenggarakan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif serentak bersamaan, maka MUI mengajak semua kontestan dan partai politik lebih mengedepankan program-program dan rencana kebijakan yang rasional,
mengedepankan moralitas dan al-akhlakul karimah, serta menghindari dan menjauhi praktek-praktek kotor yang dilarang agama.

Baca: MUI Imbau Pengusaha Tak Perintahkan Karyawan Muslim Gunakan Simbol terkait Natal

“Seperti cela-mencela, risywah (money politik), dan berbagai bentuk kecurangan dan perbuatan tidak terpuji lainnya,” imbuhnya.

MUI menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk terus berusaha menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan serta menjauhi falsafah dan pandangan hidup yang bertentangan dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945.

“Agar bangsa ini tetap dapat berdiri kuat dan kokoh sehingga yang menjadi cita-cita kita bersama
yaitu terciptanya Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang subur dan makmur, adil, dan aman) serta rakyatnya hidup dalam kesejahteraan dan keadilan serta dilindungi oleh Allah Subhanahu Wata’ala dapat terwujud,” ujar Ma’ruf Amin.*

Baca: Adanya Fatwa MUI soal Atribut Natal, Karena Iman itu Penting Bagi Muslim

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !