Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Fadli: RI bak Negara Kecil, Tak tampak Punya Diplomasi Tangguh

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon salah satu pembicara para diskusi media bertema "Mengungkap Fakta Pelanggaran HAM Terhadap Etnis Uighur" di Jakarta, Kamis (20/12/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyoroti kebijakan politik luar negeri (polugri) pemerintah Indonesia di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo saat ini.

Menurutnya, diplomasi luar negeri RI mengalami suatu penurunan yang cukup drastis.

Fadli menilai, pemerintah Jokowi tidak menaruh perhatian terhadap persoalan-persoalan internasional.

“Terbukti presiden sendiri sering tidak hadir di sidang-sidang PBB, bahkan di sidang G-20 juga tidak hadir,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/12/3018).

Baca: Soal Uighur, Fadli Zon: Diplomasi Zaman Jokowi Melempem

Terutama jika melihat dari kasus-kasus yang juga menjadi konsen umat Islam di Indonesia misalnya Rohingya dan Uighur, terangnya, pemerintah tidak mengambil kebijakan politik luar negeri yang high profile.

Menurut Fadli, mestinya sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan mempunyai mandat konstitusi dalam politik luar negeri yang bebas aktif, Indonesia bisa berperan lebih high profile, lebih maju, dan ofensif.

“Menunjukkan kita punya kepedulian dan kita ini pemimpin. Kalau saya lihat negara seperti Turki sudah mengambil peran itu,” ungkapnya.

Baca: Sikap Wapres dan Kemlu RI soal Penindasan Uighur di China

Karena, lanjut Fadli, jika pemerintah tidak mengambil peran tersebut, Indonesia tidak akan menjadi satu referensi dan acuan. Padahal negara-negara Muslim di belahan Asia, Afrika, dan Eropa, kata dia, sangat berharap Indonesia ikut memimpin dalam peran-peran penyelesaian konflik atau pelanggaran HAM. Termasuk ikut mengecam dan bahkan mencari solusi.

“Tetapi kalau kita lihat sekarang Indonesia seperti negara kecil saja, tidak ada suaranya di forum internasional, dan tidak terlihat punya diplomasi yang tangguh,” pungkasnya.* Yahya G Nasrullah

Baca: Amnesty: Diskriminasi China Terhadap Uighur Tak Bisa Dibantah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Indonesia Inisiasi Pertemuan Khusus DK PBB Sikapi “Kesepakatan Abad Ini” AS

Indonesia Inisiasi Pertemuan Khusus DK PBB Sikapi “Kesepakatan Abad Ini” AS

Saling Klaim Kemenangan, SBY Minta Tunggu hasil KPU

Saling Klaim Kemenangan, SBY Minta Tunggu hasil KPU

Lukman Hakim: Sikapi Isu Global Umat Islam Harus Pro-Aktif Bukan Defensif

Lukman Hakim: Sikapi Isu Global Umat Islam Harus Pro-Aktif Bukan Defensif

Surya Sudah Keluar Dari RSPAD

Surya Sudah Keluar Dari RSPAD

Sekjen OKI Larang Khitan pada Perempuan

Sekjen OKI Larang Khitan pada Perempuan

Baca Juga

Berita Lainnya