Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Soal Uighur, Fadli Zon: Diplomasi Zaman Jokowi Melempem

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon salah satu pembicara para diskusi media bertema "Mengungkap Fakta Pelanggaran HAM Terhadap Etnis Uighur" di Jakarta, Kamis (20/12/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta supaya pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas, jelas, dan tidak tinggal diam dengan adanya kasus diskriminasi yang menimpa etnis Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China.

Fadli menilai tidak tepat jika pemerintah Indonesia memandang apa yang terjadi di sana sebagai isu domestik yang membuat negara di luar China tidak bisa ikut campur.

Baca: Amnesty: Diskriminasi China Terhadap Uighur Tak Bisa Dibantah

Ia menilai, jika seperti itu akhirnya Indonesia akan tidak bersikap aktif.

“Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar saya kira kita harus berperan besar dalam solidaritas ini, meskipun tidak selalu terkait keagamaan tapi juga terkait persoalan kemanusiaan,” ujarnya dalam diskusi media bertema ‘Mengungkap Fakta Pelanggaran HAM Terhadap Etnis Uighur’ di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Baca: PERSIS Dorong Indonesia Berperan Aktif Memperhatikan Uighur

Kemudian, lanjut Fadli, pemerintah harus turut berperan karena Indonesia menganut politik bebas dan aktif, artinya secara konstitusi mengambil sikap pro aktif.

“Kita perlu mengaktualisasikan dengan menempatkan Indonesia aktif dalam perdamaian-perdamaian dunia. Salah satu dari politik aktif tidak bisa tinggal diam menonton ketika terjadi pelanggaran HAM di beberapa negara,” ungkapnya.

Baca: GUIB Demo Konjen China di Surabaya

Terkait persoalan ini, Fadli menyebut telah beberapa kali mengingatkan pemerintah, termasuk saat kasus pelanggaran HAM di Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Namun, menurutnya, tidak ada keseriusan dari pemerintah.

“Sekarang ini satu penurunan dari diplomasi politik kita di zaman Jokowi yang sangat melempem, tidak menunjukkan kapasitas negara besar,” katanya.

“Dalam kasus Uighur kita harus mengambil sikap, karena yang terjadi di sana jelas tidak bisa diterima. Ada perlakuan diskriminatif terhadap umat Islam dan etnis Uighur yang ingin menjalankan keyakinan. Ada banyak laporan-laporan tentang itu,” pungkas Fadli.* Yahya G Nasrullah

Baca: MUI: Penindasan Uighur Bikin Hubungan Indonesia-China Bermasalah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

FP-UMSB Gandeng Kelantan, Sumbar Bisa Wujudkan Wisata Bersyariah

FP-UMSB Gandeng Kelantan, Sumbar Bisa Wujudkan Wisata Bersyariah

Lemahnya Kontrol, Sebabkan Moral Hazard Karyawan Pajak

Lemahnya Kontrol, Sebabkan Moral Hazard Karyawan Pajak

Penambahan Posisi di Struktural KPK Menuai Kritik dari Bambang Widjayanto

Penambahan Posisi di Struktural KPK Menuai Kritik dari Bambang Widjayanto

Hadapi Ramadhan, MUI Anjurkan Kaum Muslimin Tidak Boros dan Konsumtif

Hadapi Ramadhan, MUI Anjurkan Kaum Muslimin Tidak Boros dan Konsumtif

Staf UNHCR: Pengungsi Rohingya Dilindungi secara Internasional

Staf UNHCR: Pengungsi Rohingya Dilindungi secara Internasional

Baca Juga

Berita Lainnya