Muhammadiyah Minta Indonesia Ambil Langkah Diplomatik soal Uighur

PP Muhammadiyah mendesak PBB dan OKI untuk mengadakan pertemuan darurat membahas penindasan Uighur dan mengambil tindakan internasional.

Muhammadiyah Minta Indonesia Ambil Langkah Diplomatik soal Uighur
zulkarnain/hidayatullah.com
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (dua dari kiri) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir (dua dari kanan) diapit Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini (kiri) dan Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (kanan) pada acara silaturahim keluarga besar kedua ormas Islam itu di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (23/03/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah diplomatik menyikapi penindasan terhadap etnis Muslim Uighur di China.

Langkah-langkah dimaksud, terang Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, sesuai prinsip politik bebas dan aktif Republik Indonesia.

“(Hal itu) untuk menciptakan perdamaian dunia dan menegakkan hak asasi manusia di atas nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan,” imbuhnya dalam pernyataannya bersama Sekretaris Umum Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Baca: DPD RI: Krisis Uighur di China Menembus Batas-batas Negara

Ia mengatakan, jika kekerasan terhadap Uighur di China yang diberitakan media massa dan lembaga-lembaga hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional benar adanya, maka pemerintah China telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan HAM universal yang dijamin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Apapun alasannya, Pemerintah Tiongkok tidak dibenarkan melakukan tindakan kekerasan bagi masyarakat yang lemah dan tidak berdosa yang semestinya dilindungi. Pemerintah Tiongkok sebaiknya menggunakan pendekatan politik yang elegan dan berorientasi pada kesejahteraan terhadap mereka (etnis Uighur, Red),” ujarnya.

Baca: IMM Bela Muslim Uighur akan Demo Kedubes China

PP Muhammadiyah pun mengimbau Pemerintah China untuk membuka diri dengan memberikan penjelasan yang sebenarnya mengenai keadaan masyarakat Uighur.

Pemerintah China juga diimbau bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional untuk mengatasi berbagai masalah dan tindakan terkait kemanusiaan. “Penjelasan yang faktual akan memperkecil berbagai opini dan kesimpangsiuran wacana,” imbuhnya.

Baca: Din: Pemerintah RI Lemah Jika Berdalih Uighur Masalah Internal China

Di samping itu, PP Muhammadiyah mendesak PBB dan OKI untuk mengadakan pertemuan darurat membahas penindasan Uighur dan mengambil tindakan internasional.

“PBB dan OKI memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan perdamaian dan mencegah segala bentuk kekerasan di belahan dunia manapun,” imbuh Haedar.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !