Senin, 29 Maret 2021 / 15 Sya'ban 1442 H

Nasional

MUI: Masyarakat Harus Contoh Maimon Herawati

Maimon Herawati
Bagikan:

Hidayatullah.com -Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Masduki Baidlowi, menilai protes yang dilakukan Maimon Herawati terhadap iklan “Shopee Blackpink” sangat bagus dan benar.

Sebagai salah satu bentuk literasi media, masyarakat, kata dia, harus mencontoh Maimon yang kritis terhadap tayangan di televisi.

Baca: “Apa Pantas Anak-anak Melihat Rok Mini dan Goyangan Itu…”

Masduki menganggap, orang yang kritis seperti Maimon itu bukan cerewet, tapi sangat mempertimbangkan dampak negatif dari sebuah gaya hidup yang tidak mempertimbangkan etika dan kesopanan.

“Dia mesti sebagai seorang ibu, sangat peka. Karena bagaimana anak-anak remaja kalau meniru gaya hidup seperti itu? Ini yang justru berbahaya. Kita ingin anak sampai dewasa sudah terbiasa mempunyai tata cara etika berpakaian yang sesuai nilai-nilai kesopanan. Dari situlah naluri ibu yang punya tanggung jawab dikemukakan,” kata dia kepada hidayatullah.com Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Baca: MUI Apresiasi Penyetopan Iklan ‘Shopee Blackpink’

Masduki menyayangkan teror yang dialamatkan kepada Maimon. Peneror ini, kata dia, mungkin tidak paham betapa tontonan di TV sangat mempengaruhi anak-anak remaja secara psikologis.

“Apalagi yang ditonton itu tokoh idolanya. Itu sangat mempengaruhi,” jelasnya.

Karenanya, ia mengingatkan agar berhati-hati menayangkan tontonan di TV, terlebih di jam anak-anak remaja banyak menonton.

Para pengiklan, tambahnya, juga jangan seenaknya membuat iklan tanpa memperhitungkan masyarakat yang akan disasar.

Baca: Ajak Protes Iklan Amoral, Maimon Dibombardir Teror SMS Mesum

Kalau dulu, tutur Masduki, karena mungkin tidak ada literasi dan kekritisan, iklan dibikin dengan seenaknya. Yang penting laku produknya. Tanpa memperhitungkan apakah iklan itu mempengaruhi remaja secara psikologis di dalam cara berpakaian yang tidak sesuai dengan nilai agama atau tidak.

“Kalau sekarang tidak. Karena aturannya ada dan masyarakatnya sudah mulai kritis,” katanya.

Kalau kekritisan itu bisa ditularkan kepada masyarakat lain untuk mengontrol industri pertelevisian, menurutnya, akan sangat bagus.

“Di industri pertelevisian itu padat modal. Tapi juga di dalamnya ada orang-orang kreatif. Bagaimana yang padat modal dan yang kreatif itu, mesti bisa beriringan dengan pertimbangan-pertimbangan etika dan moral dalam siaran,” harapnya.* Andi

Baca: Maimon Herawati: Kita Bersama Membantu Ciptakan konten TV Sesuai Nilai Kita

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Adi Sasono Pernah Dijuluki ‘Robin Hood van Java’

Adi Sasono Pernah Dijuluki ‘Robin Hood van Java’

21 Kiai Madura dan Tokoh Islam Jatim Kecewa Perlakuan Polri

21 Kiai Madura dan Tokoh Islam Jatim Kecewa Perlakuan Polri

Din Syamsudin : Jangan Biarkan Kapitalisme Merajalela di Indonesia

Din Syamsudin : Jangan Biarkan Kapitalisme Merajalela di Indonesia

Politisi PKS: Agama Berkedudukan Tinggi di Mata Undang-undang

Politisi PKS: Agama Berkedudukan Tinggi di Mata Undang-undang

IBF 2019, Ribuan Pengunjung Hadiri Tausiyah Ustadz Abdul Somad

IBF 2019, Ribuan Pengunjung Hadiri Tausiyah Ustadz Abdul Somad

Baca Juga

Berita Lainnya