Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Sukamta: Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua itu Teroris

[Ilustrasi] Kelompok separatis Papua.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sebanyak 31 orang pekerja menjadi korban pembantaian oleh sekelompok orang bersenjata di Papua. Pemerintah menyebut terkait pelaku kejahatan ini sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sukamta, anggota Komisi I DPR RI, di Jakarta menanggapi hal itu.

“Menurut hemat saya, KKB ini sudah masuk ke dalam cakupan tindak pidana terorisme. Jadi harusnya pemerintah segera dengan cepat mengambil langkah tegas untuk memberantasnya dan menyeret para pelaku ke pengadilan agar dihukum semaksimal mungkin,” ujarnya dalam siaran pers PKS kepada hidayatullah.com, Selasa (04/12/2018).

Baca: Aparat Diminta Segera Tindak Aksi Terorisme di Papua

Sekretaris Fraksi PKS ini menegaskan, apa yang dilakukan KKB itu sudah memenuhi syarat sebagai tindakan separatis dan teroris. UU No 5 Tahun 2018 tentang perubahan UU Terorisme bahwa yang dimaksud terorisme adalah tindakan yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

Baca: Komnas HAM Kecam Pembunuhan 31 Pekerja Papua

Perilaku biadab ini tidak bisa dibiarkan, tegas Sukamta, ia mencintai NKRI, ingin bangsa ini tetap utuh, tidak ingin bangsa ini terkoyak oleh gerakan bersenjata apapun termasuk teroris dan separatis.

Sebelumnya diwartakan peristiwa berdarah terjadi di Nduga, Papua, pada hari Ahad (02/12/2018). Sebanyak 31 pekerja bangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, tewas diduga diberondong teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).*

Baca: Teroris Separatis Bunuh 31 Pekerja di Papua, DPR: Biadab

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Komnas PA: 4,5 Juta Anak dalam Kategori Terlantar

Komnas PA: 4,5 Juta Anak dalam Kategori Terlantar

Mahfud: Buang-buang Waktu Bicarakan 212 Politik atau Bukan

Mahfud: Buang-buang Waktu Bicarakan 212 Politik atau Bukan

KNRP Desak DPR Tidak ‘Masuk Angin’ dalam Memilih Anggota KPI Baru

KNRP Desak DPR Tidak ‘Masuk Angin’ dalam Memilih Anggota KPI Baru

Pencalonan Ani Yudhoyono-Megawati Dagelan Politik

Pencalonan Ani Yudhoyono-Megawati Dagelan Politik

KH Cholil Ridwan : Kita Menjadi “Muslim Dzimmi” di Indonesia

KH Cholil Ridwan : Kita Menjadi “Muslim Dzimmi” di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya