Ahad, 14 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Nasional

Warga Muhammadiyah yang Ikut Reuni 212 Diharap Menjaga Diri

Logo Muhammadiyah
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyampaikan, secara kelembagaan, Muhammadiyah tidak terlibat dan melibatkan diri dalam acara Reuni 212 di Jakarta.

“Warga Muhammadiyah yang turut serta (Reuni 212) hendaknya dapat menjaga diri dan menjaga marwah Persyarikatan dengan tidak membawa atribut Muhammadiyah,” pesannya saat dihubungi hidayatullah.com, Jumat (30/11/2018).

Baca: Nashirul Haq: Semoga Reuni 212 Bisa Membangun Persatuan Umat

Ia mengimbau, peserta aksi hendaknya tetap menjaga kesantunan dan menunjukkan akhlak Islam dengan tidak menimbulkan kerusakan dan kekerasan baik fisik maupun verbal kepada pihak lain.

Acara Reuni 212 rencananya berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Ahad (02/12/2018) sejak dini hari dimulai dengan tahajud bersama dan dilanjutkan shalat subuh berjamaah.

Baca: MUI Harap Reuni 212 Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Kemudian akan ada rangkaian dzikir, istighasah kubra, tausiyah agama serta menyaksikan selebrasi “bendera tauhid” dan bendera merah putih.

Serta akan ada juga penghargaan untuk Generasi Muda Prestatif bertajuk Tauhid Milenia Award 212 dan juga nasyid, hadroh, drumband, dan rampak perkusi.* Andi

Baca: PBNU: Reuni 212 sebagai Ajang Silaturahim Silakan Saja

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemulangan Istimewa Hj Culan, Pertama Kali dalam Sejarah Perhajian Indonesia

Pemulangan Istimewa Hj Culan, Pertama Kali dalam Sejarah Perhajian Indonesia

Anggota DPR Desak Hukum Disiplin Militer Ditegakkan

Anggota DPR Desak Hukum Disiplin Militer Ditegakkan

MUI: Pemerintah Jangan Sebut Vaksin MR Sudah Disertifikasi Halal

MUI: Pemerintah Jangan Sebut Vaksin MR Sudah Disertifikasi Halal

Din Syamsudin: Kebobrokan Negara Juga Memicu Radikalisme Agama

Din Syamsudin: Kebobrokan Negara Juga Memicu Radikalisme Agama

PP Muhammadiyah Sebut Disahkannya RUU Cipta Kerja Menggambarkan Defisit Moral Pemerintah dan DPR

PP Muhammadiyah Sebut Disahkannya RUU Cipta Kerja Menggambarkan Defisit Moral Pemerintah dan DPR

Baca Juga

Berita Lainnya