Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PBNU: Reuni 212 sebagai Ajang Silaturahim Silakan Saja

Bagikan:

Hidayatullah.com– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai reuni alumni Aksi Bela Islam 212 pada Ahad (02/12/2018) besok lusa sebagai ajang bersilaturahim sah-sah saja.

“Kalau kegiatan itu dimaksudkan sebagai ajang silaturahim, silakan saja. Toh itu bagian dari upaya mempererat persaudaraan diantara sesama umat Islam (ukhuwah Islamiyah). Karena silaturahim (mempererat tali persaudaraan) adalah perintah agama,” ujar Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas di Jakarta, Kamis (29/11/2018) dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com.

Tentu kata dia hal itu harus dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi adab dan tata cara bersilaturahim.

Baca: Reuni 212 disebut Sebagai Tanda Kesyukuran

“Oleh karena itu tolong jaga ucapan dan tindakan, jaga ketertiban dan jangan mengungkapkan kalimat yang dapat dimaknai sebagai ujaran kebencian, serta jangan ada adu domba,” pesannya.

Selain itu, ia mengatakan, upaya memperkokoh ukhuwah Islamiyah tidak boleh dicederai dengan melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi merusak harmoni sosial sebagai sesama warga negara (ukhuwah wathaniyah), maupun warga dunia sebagai sesama anak manusia (ukhuwah insaniyah).

Baca: Fadli Zon: Reuni 212 karena Ada Ketidakadilan Hukum

“Jangan sampai niat baik mempererat silaturahim, meningkatkan ukhuwah Islamiyah dalam forum Reuni 212 justru merusak ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah. Tiga matra persaudaraan (ukhuwah) tersebut harus berada dalam satu tarikan nafas. Tidak boleh dipilah dan hanya diambil salah satunya,” imbaunya.

Yang juga penting, masih kata Robikin, dalam Reuni 212 juga jangan terjadi politisasi agama.

Baca: Reuni 212 dan Simbol Persatuan Ummat

“Dalam bingkai NKRI, mari jadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Mari jadikan agama untuk pemuliaan harkat dan martabat kemanusiaan, untuk meningkatkan etos kerja dan daya saing kita sebagai bangsa serta mempertinggi peradaban dunia. Bukan menempatkan agama sebagai alat meraih suara dalam politik elektoral,” pungkasnya berpesan.

Diketahui, Reuni 212 digelar pertama kali pada tahun 2017 lalu, sebagai momentum untuk mengingatkan persatuan umat Islam pada Aksi Bela Islam, 2 Desember 2016.*

Baca: Pasca Reuni 212, Zaitun Yakin Persatuan Umat Lebih Kuat

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Minta Tarik Buku Tafsir al-Quran Menyimpang

MUI Minta Tarik Buku Tafsir al-Quran Menyimpang

Industri Asuransi Syariah Diprediksi Makin Marak

Industri Asuransi Syariah Diprediksi Makin Marak

Kedubes Saudi-AFKN Kuliahkan 63 Putra-putri Papua di LIPIA Aceh dan Jakarta

Kedubes Saudi-AFKN Kuliahkan 63 Putra-putri Papua di LIPIA Aceh dan Jakarta

Penanganan Terorisme di Indonesia Teks Book Standar Amerika

Penanganan Terorisme di Indonesia Teks Book Standar Amerika

KH. Abdushomad Bukhori Kembali Terpilih Jadi Ketua MUI Jawa Timur

KH. Abdushomad Bukhori Kembali Terpilih Jadi Ketua MUI Jawa Timur

Baca Juga

Berita Lainnya