Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pesan PP Muhammadiyah untuk Sunanto Ketua Umum PPPM

Muhammadiyah
Sunanto (kiri) dan Dzul Fikar Ahmad Tawalla pada Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, Rabu (28/11/2018).
Bagikan:

Hidayatulalh.com– Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyampaikan selamat kepada kader Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM), khususnya Dahnil Anzar Simanjuntak, yang telah sukses menyelenggarakan Muktamar dengan lancar, berkeadaban, serta menghasilkan keputusan dan program yang visioner untuk kemajuan Pemuda Muhammadiyah di masa mendatang.

Tak lupa ia juga menyampaikan selamat kepada Sunanto, Ketua Umum Pimpinan Pemuda Muhammadiyah yang baru terpilih pada Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Sportorium UMY, Yogyakarta, Rabu (28/11/2018).

“Selamat kepada Saudara Sunanto yang terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pemuda Muhammadiyah 2018-2022. Semoga istiqamah melaksanakan amanah dan menjaga marwah Pemuda Muhammadiyah,” harap Mu’ti saat dihubungi hidayatullah.com, Kamis (29/11/2018).

Baca: Cak Nanto dan Fikar Pasangan Baru Pimpin Pemuda Muhammadiyah 2018-2022

Mu’ti yang dulu juga pernah jadi Ketua Pemuda Muhammadiyah, berpesan, Sunanto harus mampu menjaga soliditas organisasi dengan melakukan komunikasi, konsolidasi, dan rekonsiliasi dengan semua pihak.

Tantangan terdekat, kata dia, adalah bagaimana agar Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah berjalan tertib, lancar, dan berakhlak al-karimah seperti ketika Muktamar.

“(Sunanto) perlu menjaga independensi gerakan, meneguhkan ideologi Islam Berkemajuan, dan mengembangkan potensi kader Pemuda Muhammadiyah dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang ekonomi-kewirausahaan, pendidikan, dan politik kebangsaan,” pesannya.

Baca: “Muhammadiyah Ingin Lebih banyak Memberi, bukan Meminta” [1]

Ia juga meminta Pemuda Muhammadiyah agar tetap netral, tidak terlibat dalam politik kepartaian dan kekuasaan, melainkan moralitas kebangsaan.

“Pemuda Muhammadiyah juga tidak boleh apatis, tetapi terlibat sebagai kekuatan masyarakat sipil yang mengawal proses politik, memperkuat demokrasi, dan mengontrol Pemerintahan agar tetap sesuai Konstitusi,” tutupnya.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Awas, 45 Persen Jajanan Anak Sekolah Berbahaya

Awas, 45 Persen Jajanan Anak Sekolah Berbahaya

Lulusan Pesantren Bisa Unggul di Bidang Sains Jika Diberi Kesempatan

Lulusan Pesantren Bisa Unggul di Bidang Sains Jika Diberi Kesempatan

Pimpinan Ponpes Al-Zaitun Kunjungi Anas Urbaningrum

Pimpinan Ponpes Al-Zaitun Kunjungi Anas Urbaningrum

Didin Hafidhuddin: Ilmu yang Benar Menggerakkan Kebaikkan

Didin Hafidhuddin: Ilmu yang Benar Menggerakkan Kebaikkan

Jusuf Kalla: OKI Sepakat Bangun 8000 Rumah untuk pengungsi Rohingya

Jusuf Kalla: OKI Sepakat Bangun 8000 Rumah untuk pengungsi Rohingya

Baca Juga

Berita Lainnya