Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Mu’ti: Penyebutan “Radikalisme” pada Masjid bisa Timbulkan Citra Negatif

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Suasana khutbah Jumat di sebuah masjid perkantoran gedung salah satu BUMN di Kuningan, Jakarta, Ramadhan 1438H/2017.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, laporan yang menyebut sejumlah masjid di kantor pemerintah terindikasi terpapar radikalisme, tidak menggambarkan keadaan masjid secara keseluruhan.

Dia mengatakan, sebagian besar masjid di Indonesia moderat.

“Kriteria radikal sangat terbuka dan multi tafsir. Penyebutan radikalisme pada masjid bisa menimbulkan citra negatif terhadap masjid,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Selasa malam Rabu (28/11/2018).

Baca: Wapres JK: Kaidah Studi P3M Perlu Ditelaah Kembali

Ia menyarankan, kalau ada masjid yang terindikasi radikal, sebaiknya disampaikan langsung kepada Pemerintah atau Dewan Masjid Indonesia (DMI). Apalagi jika yang terindikasi radikal adalah masjid Pemerintah dan BUMN.

Menurutnya, radikalisme agama adalah paham yang ekstrem yang mengakui hanya ada satu kebenaran tunggal dalam pemahaman agama dan tidak bisa menerima kelompok lain yang berbeda, interaksi sosial-keagamaan yang ekslusif, dan dalam hal tertentu menerima cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuan.

Baca: MUI: Harus Lembaga Otoritatif Mengeluarkan Definisi Radikalisme

“Kelompok radikal tidak selalu berhaluan politik dan memiliki cita-cita mendirikan negara berbasis agama.

Radikalisme terdapat dalam hampir semua agama besar dunia. Bahkan, radikalisme ada juga pada politik dan budaya,” jelasnya.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kemenkes: Rokok Elektronik Bukan Produk Aman Bagi Kesehatan

Kemenkes: Rokok Elektronik Bukan Produk Aman Bagi Kesehatan

“Wartawan Harus Bekerja Sesuai Kode Etiknya”

“Wartawan Harus Bekerja Sesuai Kode Etiknya”

Isi Ramadhan, IMS Gelar Khitanan Massal Mualaf Mentawai

Isi Ramadhan, IMS Gelar Khitanan Massal Mualaf Mentawai

Tutup Tempat Maksiat Jangan Hanya di Bulan Ramadhan

Tutup Tempat Maksiat Jangan Hanya di Bulan Ramadhan

Santri Harus Mengambil Peran Dalam Proses Pembangunan

Santri Harus Mengambil Peran Dalam Proses Pembangunan

Baca Juga

Berita Lainnya