Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia Dorong ASEAN Terlibat Atasi Krisis Rohingya

Kemlu RI
Sidang KTT ke-33 ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presiden Republik Indonesia mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk menjadi bagian dalam penyelesaian masalah krisis kemanusiaan terkait Rohingya di Arakan (Rakhine State), Myanmar.

Hal itu menjadi salah satu poin penting yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat berbicara dalam sesi pleno KTT ke-33 ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura.

Menurut Presiden, selama lebih dari 50 tahun kawasan Asia Tenggara dapat menikmati situasi yang aman dan damai. Sejarah juga mencatat bahwa ASEAN telah menjadi bagian penyelesaian masalah kawasan dan dunia.

“Tahun 1967, ketika kawasan lain di dunia terpecah dan terjebak dalam perebutan kekuasaan dua negara adikuasa, para Pemimpin ASEAN sepakat untuk bersatu dan menciptakan kawasan damai dan sejahtera,” ucapnya pada Selasa pekan ini lansir Kementerian Luar Negeri, Kamis (15/11/2018).

Namun, ASEAN kini menghadapi tantangan yang berbeda. ASEAN, sebagaimana yang dikatakan Presiden, membutuhkan komitmen dari semua negara anggota untuk tetap menjaga perdamaian dan kesejahteraan di kawasan sebagai satu keluarga.

“Krisis kemanusiaan Rakhine State belum juga dapat diselesaikan. Krisis ini telah mengundang kekhawatiran dan menciptakan defisit kepercayaan masyarakat internasional. Sebagai satu keluarga, Indonesia sangat mengharapkan kiranya dapat dilakukan langkah maju penyelesaian krisis kemanusiaan ini,” ujar Presiden.

Presiden melanjutkan, dalam permasalahan tersebut, ASEAN hendaknya hadir dan terlibat sebagai bagian dari penyelesaian masalah.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran apabila krisis kemanusiaan ini dibiarkan terus berlanjut, akan memiliki dampak yang tidak baik bagi Myanmar dan ASEAN itu sendiri.

“Indonesia siap! ASEAN saya yakin juga siap membantu Pemerintah Myanmar untuk menciptakan kondisi kondusif di Rakhine State dimana freedom of movement dihormati, tidak terdapat diskriminasi, dan pembangunan dilakukan secara inklusif,” imbuhnya.

Terkait hal ini, dirinya menyambut baik hasil pembicaraan di tingkat menteri luar negeri negara-negara ASEAN. Melalui pembicaraan tersebut, AHA Centre, organisasi antarpemerintah yang didirikan negara-negara ASEAN dan bergerak di bidang koordinasi manajemen bencana, rencananya akan dilibatkan dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Arakan.

“Saya berharap detail mandat dan mekanisme peranan AHA Center dan ASEAN dapat segera diselesaikan,” tandasnya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Menag Anggap Biasa Pro Kontra Penyanyi Erotis

Menag Anggap Biasa Pro Kontra Penyanyi Erotis

Malam Tahun Baru, Mahfud MD Ajak Umat Islam ke Masjid untuk Penguatan Spiritual

Malam Tahun Baru, Mahfud MD Ajak Umat Islam ke Masjid untuk Penguatan Spiritual

BPOM Diminta Perketat Pengawasan Jajanan Anak Sekolah

BPOM Diminta Perketat Pengawasan Jajanan Anak Sekolah

Abubakar Baasyir Minta Pemerintah Segera Usut Aktor Intelektual Bom

Abubakar Baasyir Minta Pemerintah Segera Usut Aktor Intelektual Bom

KH Ma’ruf Amin: Pembuat Hoax Calon Ahli Neraka

KH Ma’ruf Amin: Pembuat Hoax Calon Ahli Neraka

Baca Juga

Berita Lainnya