Sabar dan Syukur Penopang Pernikahan

Di samping itu, rumus bahagia dalam berumah tangga, kata dai ini, adalah memuliakan orangtua termasuk mertua.

Sabar dan Syukur Penopang Pernikahan
skr/hidayatullah.com
Suasana akad nikah pada Pernikahan Mubarokah 43 pasang santri-santriwati di Masjid Ar-Riyadh, Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, Ahad (11/11/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Dua hal penting yang harus ditanamkan dalam membangun biduk rumah tangga. Yaitu sabar dan syukur. Demikian salah satu nasihat pernikahan diintisarikan dari acara Pernikahan Mubarokah 43 Pasang Santri Hidayatullah.

Dengan ditopang kesabaran dan kesyukuran, rumah tangga diyakini akan diliputi keberkahan.

“Rumah tangga yang berkah yang menjadikan sabar dan syukur sebagai penopang,” ujar Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi saat memberikan sambutan pada pernikahan massal yang digelar di Masjid Ar-Riyadh, Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, Ahad (11/11/2018) itu.

Wagub mengatakan bahwa tidak ada seseorang yang sempurna dalam rumah tangga, baik istri maupun suami. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang dengan itu setiap pasangan saling melengkapi.

Baca: 43 Pasang Santri Ikut Pernikahan Mubarokah di Balikpapan

Sementara itu, dai asal Sulawesi Selatan yang didaulat menyampaikan nasihat pernikahan, Ustadz Das’ad Latif, mengingatkan para pengantin baru, baik pengantin yang baru menikah, maupun yang sudah lama menikah, bahkan yang “baru” lima tahun menikah, misalnya.

Nasihatnya, antara lain, para pengantin agar meluruskan niatnya dalam membangun rumah tangga. Jangan sampai niatnya melenceng dari tujuan akhirat.

Kemudian, Das’ad mengingatkan para suami maupun istri bahwa tidak ada rumah tangga yang tanpa masalah. Semua ada masalahnya masing-masing.

Maka, dalam menghadapi permasalahan tersebut, dua hal yang ditekankan Das’ad kepada para pengantin; “Sabar dan shalat,” sebutnya di depan ribuan tamu undangan termasuk keluarga mempelai.

Das’ad juga mengingatkan para pengantin agar saling menjaga perasaan masing-masing.

Di samping itu, rumus bahagia dalam berumah tangga, kata dai ini, adalah memuliakan orangtua termasuk mertua.

Baca: Pernikahan Mubarakah 22 Dai-daiyah di Depok, Pengantinnya dari Papua-Sumatera

Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud berharap para peserta pernikahan mubarokah 43 pasang itu agar rumah tangganya bisa langgeng.

“(Semoga) adik-adik bisa bawa rumah tangga sampai akhir hayat,” harapnya dalam sambutannya.

Pernikahan mubarokah merupakan tradisi lama di Hidayatullah.

Untuk diketahui, di Gunung Tembak akan digelar Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah pada 20-25 November 2018, yang rencananya dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !