Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Masih 136 WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia

KBRI Kuala Lumpur
KBRI Kuala Lumpur Malaysia.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pada periode 2011-2018, terdapat 437 warga negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di seluruh Malaysia menurut Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Dari jumlah tersebut 301 WNI berhasil dibebaskan, 18 di antaranya dibebaskan pada tahun 2018.

“Saat ini masih terdapat 136 WNI berstatus terancam hukuman mati di seluruh Malaysia,” menurut KBRI Kuala Lumpur dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com, Senin (05/11/2018).

Sebelumnya, KBRI Kuala Lumpur kembali membebaskan seorang WNI dari ancaman hukuman mati di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Malaysia, 2 November 2018 lalu.

WNI atas nama Mattari (40) asal Sampang, Madura, Jawa Timur, divonis bebas oleh hakim setelah pengacara KBRI Kuala Lumpur dari kantor pengacara Gooi & Azzura, memohon agar hakim memutuskan Dismissed Amount to Acquittal, lantaran saksi dan bukti yang diajukan jaksa penuntut umum dipandang sangat lemah.

Disebutkan, Mattari, yang bekerja sebagai pekerja konstruksi, ditangkap pada 14 Desember 2016 di Kuala Lagat Selangor atas tuduhan melakukan pembunuhan terhadap seorang WN Banglades, tidak jauh dari lokasi bekerjanya.

Polisi yang menyidik kasus tersebut menduga bahwa pembunuhan dilakukan karena cemburu kepada istrinya. Dengan dugaan tersebut, Mattari dituntut dengan Seksyen 302 Kanun Keseksaan dengan ancaman Hukuman Gantung sampai Mati.

Setelah menjalani sekitar 6 kali persidangan selama hampir dua tahun, pada 2 November 2018 hakim akhirnya memutuskan Mattari dibebaskan dari tuntutan hukuman mati dan pada hari yang sama dibebaskan dari penahanan.

Segera setelah dibebaskan, Mattari langsung dibawa ke KBRI oleh Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur. Mattari saat itu belum memutuskan apakah akan tetap tinggal di Malaysia atau kembali ke Indonesia setelah vonis bebas tersebut.

“Alhamdulillah, saya bisa bebas. Terima kasih Pemerintah yang sudah perjuangkan keadilan buat saya. Terima kasih,” ujar Mattari dengan mata berkaca-kaca saat tiba di KBRI Kuala Lumpur.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Umat Islam Harus Jaga Tradisi Bermusyawarah

Umat Islam Harus Jaga Tradisi Bermusyawarah

LPA Indonesia Dorong Proses Hukum yang Menyeluruh Terhadap Tindak Perdagangan Orang

LPA Indonesia Dorong Proses Hukum yang Menyeluruh Terhadap Tindak Perdagangan Orang

Terobosan Baru Menag Luncurkan Pesantren Anak Marginal

Terobosan Baru Menag Luncurkan Pesantren Anak Marginal

Fahri Hamzah: Kata ‘Kafir’ adalah Terminologi Agama

Fahri Hamzah: Kata ‘Kafir’ adalah Terminologi Agama

Gempa Malut, BMKG: Peringatan Dini Tsunami Belum Diakhiri, Status Waspada

Gempa Malut, BMKG: Peringatan Dini Tsunami Belum Diakhiri, Status Waspada

Baca Juga

Berita Lainnya