Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

KH Rasyid: Koppasandi Bentuk Jihad Politik

istimewa
Bagikan:

Hidayatullah.com– Komandan Jenderal (Danjen) Koppasandi KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’e menilai, Koppasandi sebagai wadah pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno pada Pilpres 2019 merupakan upaya jihad politik dan jihad konstitusional.

“Kami dengan sekuat tenaga dan dengan memohon bimbingan Allah Subhanahu Wata’ala berupaya merealisasikan agenda politik keumatan dan kebangsaan menyongsong Pemilu 2019, dengan membentuk dan mendeklarasikan Komando Ulama untuk Pemenangan Prabowo Sandi,” ujarnya dalam sambutannya pada Deklarasi Koppasandi di Jakarta, Ahad (04/11/2018).

Koppasandi terangnya akan terus bekerja, menjaga, dan mengajak umat Islam bersama eksponen alumni dan simpatisan 212 untuk menjadikan setiap jengkal rumah-rumah umat Islam sebagai posko-posko pemenangan Prabowo-Sandiaga.

Juga menjadikan sebagai “mata dan telinga” bagi pemenangan Prabowo-Sandiaga di setiap TPS.

“BPN Koppasandi juga wajib dan siap bersinergi, saling melengkapi dengan BPN PADI yang dikomandoi oleh Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso,” jelasnya.

Baca: Deklarasi Koppasandi Dukung Prabowo-Sandiaga

Menurut Kiai Rasyid, saat ini bangsa Indonesia sedang diuji persatuannya, hampir semua aspek kehidupan masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan mengalami kemunduran yang luar biasa.

“Ekonomi lemah, rasa keadilan sulit kita temukan, hukum tajam ke bawah-tumpul ke atas, LGBT dan kerusakan moral terjadi dimana-mana, penanganan bencana lambat,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut ulama Betawi ini, di tengah-tengah situasi demikian, umat Islam konsisten menjadi motor penggerak perubahan dan penegak eksistensi kedaulatan NKRI. Ia berharap, dari situlah lahir pemimpin baru indonesia yang kuat, serta memiliki integritas, loyalitas, dan dedikasi yang tinggi terhadap aspirasi umat Islam.

“Sehingga pemimpin tersebut nantinya dapat mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala,” pungkasnya.* Yahya G Nasrullah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Patung Dewa Perang China di Tuban, Dinilai Potensial Cederai Harmoni Bangsa 

Patung Dewa Perang China di Tuban, Dinilai Potensial Cederai Harmoni Bangsa 

MUI Minta Umat Islam Hormati Perbedaan Idul Fitri 1426 H

MUI Minta Umat Islam Hormati Perbedaan Idul Fitri 1426 H

Fahri Hamzah: Jangan ‘Over Acting’ Persekusi HTI, Tunggulah Proses Pengadilan

Fahri Hamzah: Jangan ‘Over Acting’ Persekusi HTI, Tunggulah Proses Pengadilan

Fatwa MUI: Muamalah di Media Sosial pun Wajib Didasari Keimanan

Fatwa MUI: Muamalah di Media Sosial pun Wajib Didasari Keimanan

DPR Minta OKI Lebih Serius Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

DPR Minta OKI Lebih Serius Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya