Rabu, 20 Januari 2021 / 7 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Kemenag Manfaatkan Penyuluh Agama Selesaikan 3 Masalah ini

imam/ina
Rapat Koordinasi Nasional Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi, dan Radikalisme, di Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama akan menjadikan penghulu dan penyuluh agama sebagai ujung tombak dalam penanggulangan narkoba, pornografi, dan radikalisme.

Melansir INA News Agency, Direktur Jenderal Ditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menjelaskan, tiga ancaman tersebut bisa ditanggulangi dengan delapan program yang berisi pembinaan ruhiyah dan sosial-kolektif.

Di antaranya adalah pengentasan buta huruf al-Qur’an, pendidikan keluarga sakinah, pengelolaan zakat, pemberdayaan wakaf, membangun kerukunan antar umat beragama, menghindari radikalisme dan aliran sempalan, narkoba, dan pemicu HIV/AIDS.

“Karena banyaknya tugas, delapan tugas itu bisa dipahami tapi bisa juga semua itu tidak dipahami,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi, dan Radikalisme, di Jakarta, Rabu (31/10/2018) malam.

Karena itu, dalam upaya merealisasikan program tersebut, Bimas Islam menggandeng sejumlah lembaga dan kementerian terkait. Di antaranya Kementerian Hukum dan HAM, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sekretaris Dirjen Bimas Islam Tarmizi Tohor mengungkapkan, secara keseluruhan saat ini setidaknya ada 50 ribu penyuluh agama Islam di lembaganya. Dari jumlah itu sebanyak 5.000 di antaranya berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan 45 ribu lainnya merupakan tenaga honorer yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita ingin memanfaatkan penyuluh agama untuk menyelesaikan tiga masalah ini,” ujar Tarmizi.

Di forum yang sama, Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris mengatakan, pihaknya perlu bekerjasama dengan Bimas Islam dalam membangun pendekatan lunak.

“Kita akan menggandeng teman-teman di seluruh pelosok termasuk teman-teman penyuluh kementerian agama,” ujarnya.* (Imam/INA)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PBNU: Presiden Mesti Ambil Inisiatif Bantu Rohingnya

PBNU: Presiden Mesti Ambil Inisiatif Bantu Rohingnya

Memori Pahit Keluarga Ridwan Kamil Korban Kekejaman PKI

Memori Pahit Keluarga Ridwan Kamil Korban Kekejaman PKI

Jangan pencitraan! Kalau mau berbuat baik, berbuat baik sajalah

Jangan pencitraan! Kalau mau berbuat baik, berbuat baik sajalah

Menag: Takbiran Perlu Dipelihara, Jangan Nyalakan Mercon dan Petasan

Menag: Takbiran Perlu Dipelihara, Jangan Nyalakan Mercon dan Petasan

Menag:  Pemerintah Tidak Pada Kapasitas Menilai Sesat atau Tidak

Menag: Pemerintah Tidak Pada Kapasitas Menilai Sesat atau Tidak

Baca Juga

Berita Lainnya