Sabtu, 18 September 2021 / 11 Safar 1443 H

Nasional

PP Muhammadiyah Sesalkan Eksekusi Mati Tuti

Twitter/Wahyu Susilo
Tuti Tursilawati.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, sangat prihatin dan menyesalkan eksekusi mati otoritas Arab Saudi terhadap Tuti Tursilawati tanpa ada pemberitahuan kepada pihak Indonesia.

Indonesia, kata dia, sudah mengalami beberapa kali hal itu.

“Kita berharap ini yang terakhir dan tidak boleh terjadi lagi,” kata dia usai acara silaturahim PBNU-Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta semalam, Rabu (31/10/2018).

Baca: PBNU Kecam Eksekusi Mati Tuti Tursilawati

“Saya yakin pemerintah Arab yang sama-sama masuk dalam OKI dan dunia Islam perlu memahami betul dan menjadikan aspirasi dan keprihatinan ini sebagai hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan tidak terjadi lagi.”

Tuti Tursilawati merupakan tenaga kerja Indonesia asal Desa Cikeusik, Majalengka, Jawa Barat. Tuti divonis mati oleh pengadilan di Arab Saudi pada Juni 2011 dengan tuduhan membunuh majikannya.

Baca: Indonesia Protes Saudi Eksekusi Mati WNI Tuti Tursilawati

Nisma Abdullah, Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia yang mendampingi kasus itu sejak awal, mengatakan, pembunuhan itu tak disengaja lantaran Tuti membela diri dari upaya pemerkosaan majikannya. Selama bekerja di rumah majikan itu, menurut Nisma, Tuti kerap mendapat pelecehan seksual hingga pemerkosaan.* Andi

Baca: Pemerintah Agar Maksimal Lindungi TKI Pasca Eksekusi Mati Tuti

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Tiba di Makkah, Kloter Pertama Disambut Pejabat Muasasah

Tiba di Makkah, Kloter Pertama Disambut Pejabat Muasasah

IMM Jateng Kecam Keras ‘Kriminalisasi’ atas Kadernya

IMM Jateng Kecam Keras ‘Kriminalisasi’ atas Kadernya

ECPAT: 379 Anak jadi Korban Kejahatan Seksual pada 2018

ECPAT: 379 Anak jadi Korban Kejahatan Seksual pada 2018

Akun Bajakan Tebar Fitnah Organisasi Jurnalis Muslim

Akun Bajakan Tebar Fitnah Organisasi Jurnalis Muslim

Pakar Pluralisme Agama Kritik Ajaran “Sufi Koplak”

Pakar Pluralisme Agama Kritik Ajaran “Sufi Koplak”

Baca Juga

Berita Lainnya