Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Pakar: Saudi Menyalahi Norma Hukum Internasional

ist.
Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menilai eksekusi mati Tuti Tursilawati oleh otoritas Arab Saudi tanpa pemberitahuan ke perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi, jelas menyalahi norma dalam hukum internasional.

“Namun pelanggaran terhadap norma ini sulit dimintakan pertanggungjawabannya,” kata dia kepada hidayatullah.com di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Ia menilai Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi sudah tepat mengambil langkah berupa protes terhadap pemerintah Arab Saudi.

“Protes wajib untuk terus dilakukan tanpa henti,” ujarnya.

Baca: Pemerintah Agar Maksimal Lindungi TKI Pasca Eksekusi Mati Tuti

Protes ini, kata dia, dilakukan sebagai bentuk “ketidaksukaan” pemerintah Indonesia atas perlakukan terhadap WNI oleh otoritas di Arab Saudi. Juga memiliki makna agar eksekusi mati tanpa notifikasi tidak terulang kembali.

Ia mengapresiasi upaya Pemerintah RI yang melakukan protes dan berbagai upaya sebelumnya agar Tuti Tursilawati terhindar dari eksekusi mati.

“Upaya keras dari pemerintah meski tidak menghasilkan yang diharapkan bukan karena kurang berbuat, tetapi lebih dikarenakan Arab Saudi sebagai sebuah negara memilki kedaulatan, termasuk kedaulatan hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, eksekusi mati tenaga kerja wanita (TKW) asal kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Tuti Tursilawati, Senin, 29 Oktober 2018, mengejutkan publik tanah air.

Baca: Indonesia Protes Saudi Eksekusi Mati WNI Tuti Tursilawati

Bahkan, eksekusi mati terhadap TKW kelahiran 1984 karena kasus pembunuhan ayah majikannya di tahun 2010 itupun, membuat pemerintah Indonesia geram atas sikap Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi mengatakan, sesaat mendapatkan laporan mengenai eksekusi mati Tuti Tursilawati, ia langsung menyampaikan protes kepada pemerintah Arab Saudi melalui saluran telepon dengan Menteri Luar Negeri, Adel bin Ahmed Al Jubeir.

Setelah menerima kabar tersebut saya langsung menghubungi menlu Arab Saudi. Saya sampaikan protes dan concern kita. Seperti yang dilakukan pada warga negara lain di Arab Saudi, pelaksanaan hukuman mati terhadap almarhum Tuti Tursilawati dilakukan tanpa notifikasi resmi kekonsuleran,” ungkap Retno di sela-sela menghadiri Our Ocean Conference (OOC), di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018).* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman: Tranformasi Jihad Harus Diutamakan

Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman: Tranformasi Jihad Harus Diutamakan

Tetap Selenggarakan Miss World, Hary Tanoe Didoakan segera Dapat Hidayah

Tetap Selenggarakan Miss World, Hary Tanoe Didoakan segera Dapat Hidayah

Kongres Umat Islam Akan Hasilkan Deklarasi Bangka Belitung

Kongres Umat Islam Akan Hasilkan Deklarasi Bangka Belitung

WNI Turki dan Mesir dukung Prabowo, Mahasiswa Australia dukung Jokowi

WNI Turki dan Mesir dukung Prabowo, Mahasiswa Australia dukung Jokowi

Ketua GeNAM: Miras Grand Design Hancurkan Indonesia

Ketua GeNAM: Miras Grand Design Hancurkan Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya